Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pemerintah Larang Mudik, Situasi Bandara Ngurah Rai-Bali Masih Normal

26 April 2021, 20: 16: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pemerintah Larang Mudik, Situasi Bandara Ngurah Rai-Bali Masih Normal

Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira. (istimewa)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pasca adanya larangan mudik dari pemerintah pusat, situasi kedatangan dan keberangkatan penumpang di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali masih normal.Seperti yang diketahui sebelumnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik dari 6 sampai 17 Mei 2021 bagi seluruh masyarakat.

“Terkait larangan mudik kami belum lihat dampaknya karena memang masih dua minggu sebelum larangan mudik,” ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, Senin (26/4).

Taufan menyebutkan, hingga saat ini rata-rata kedatangan dan keberangkatan penumpang di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali masing-masing berjumlah 5 ribu per hari. Sehingga, dalam seharinya pihak bandara melayani sekitar 10 ribu penumpang.

Baca juga: PMI Bali Dorong Pengurus Cabang Gencarkan Donor Darah

“Jadi 10 ribu penumpang yang kami layani per harinya. Rata-rata seperti itu. Situasi ini masih normal menurut kami, belum ada peningkatan baik itu yang datang maupun yang berangkat,” katanya.

Sebagai tempat pelayanan publik, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik. Namun pihaknya belum mengetahui apakah larangan mudik ini efektif atau tidak. Lantaran, dilihat dari data memang belum ada peningkatan penumpang. Kendati demikian, pihaknya akan melihat situasi nantinya satu minggu menjelang larangan mudik.

“Dalam larangan mudik ini kami tetap berpatokan pada berbagai persyaratan perjalanan dalam negeri, baik itu dilihat dari surat keterangan rapid test antigen yang 1x24 jam ataupun PCR 1x24,” tegasnya. “Sementara untuk pelarangan kami tidak bisa melarang. Yang pasti kami melakukan persyaratan sesuai surat edaran dari Satgas Covid-19 Nasional,” imbuhnya.

Pihaknya memperkirakan, pada jangka waktu pelarangan mudik antara tanggal 6 sampai dengan 17 Mei, kedatangan penumpang akan sangat menurun. “Tapi sebelum waktu pelarangan, penumpang di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali diprediksi akan meningkat, baik itu yang datang maupun yang pergi,” ungkapnya.(ika)

(bx/aim/man/JPR)

 TOP