Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Sempat Menggeliat, Wisata Arung Jeram Sepi Lagi

28 April 2021, 20: 49: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sempat Menggeliat, Wisata Arung Jeram Sepi Lagi

RAFTING: Wisatawan saat main arung jeram di Sungai Telaga Waja, Kecamatan Rendang, Karangasem sebelum pandemi Covid-19. (DOK.BALI EXPRESS)

Share this      

KARANGASEM, BALI EXPRESS- Kunjungan wisatawan ke objek wisata rekreasi arung jeram (rafting) di sekitar Kecamatan Rendang, Karangasem sempat menggeliat saat new normal. Tapi saat ini, jumlah pengunjung perlahan menyusut. Sepi lagi.

Pengusaha rekreasi arung jeram pun terpaksa menanggung beban operasional yang cukup tinggi. Sebab beberapa pekerja sebelumnya masih bekerja seperti biasa. Informasi yang diperoleh, penurunan kunjungan yang berdampak pada turunnya pemasukan membuat pengelola memutuskan memangkas sejumlah pekerjanya.

I Made Agus Kertiana selaku pemilik usaha rafting Bali Mitra Wahana (BMW) mengaku sangat terpaksa mengurangi tenaga kerja. Itu dilakukan guna menekan pengeluaran biaya operasional. Pengurangan tenaga kerja ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.  Katanya, ada sekitar 15 orang tenaga kerja yang masih dipertahankan. Itu pun tidak setiap hari bekerja. Mereka baru bisa bekerja jika ada tamu. “Dulu ada sekitar 200 orang yang bekerja. Mereka sebagian besar orang lokal di seputaran Kecamatan Rendang,” ungkap Agus Kertiana, Rabu (28/4).

Baca juga: Kopi Petang Tembus Pasar Internasional

Pihaknya tak bisa berbuat banyak lantaran operasional harus jalan, perusahaan mesti siap menanggung minus pemasukan. Perusahaan juga sudah wajib membayar retribusi kepada pemerintah setempat. Retribusi tetap dipungut sesuai dengan jumlah wisatawan yang datang.

Pria yang menjabat wakil ketua DPRD Karangasem menyampaikan, jumlah kunjungan pada masa pandemi Covid-19 jelas beda jauh dengan dulu. Dulu jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 50-80 orang per harinya. Tapi sekarang tidak setiap hari ada wisatawan. “Karena dengan wisawatan yang hanya sekali dalam seminggu tidak cukup untuk biaya operasional,” jelasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP