Minggu, 09 May 2021
baliexpress
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Punya Efektivitas Pemulihan Tinggi, Kebutuhan Donor Konvalesen Tinggi

30 April 2021, 03: 35: 53 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Punya Efektivitas Pemulihan Tinggi, Kebutuhan Donor Konvalesen Tinggi

Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Toni Sri Hartanto (Chaerul Amri/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Selain vaksinasi, donor plasma konvalesen dipandang efektif untuk menangani Covid-19. Khususnya untuk pemulihan bagi para penyintasnya. Karenanya, donor ini mendapat dorongan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bali. Bahkan dari Kodam IX/Udayana.

Kendati demikian, donor plasma konvalesen yang hanya bisa dilakukan mantan penyintas ini rupanya memiliki serangkaian syarat yang ketat. Tidak mudah. Sekalipun memiliki efektivitas tinggi dalam memulihkan penyintas Covid-19 yang masih menjalani perawatan.

Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1619/Tabanan terhitung salah satu yang getol mendorong anggotanya untuk melaksanakan donor plasma konvalesen sejak 2020 lalu. Terlebih beberapa anggota mereka sempat menjadi penyintas.

Baca juga: Dua Pejabat Karangasem Diperiksa Kejari

Menurut Komandan Distrik Militer (Dandim) 1619/Tabanan, Letkol Inf Toni Sri Hartanto, hingga sejauh ini belum ada satupun anggotanya yang lolos memenuhi syarat sebagai pendonor tersebut.

“Kami sudah mendorong dan mengikuti program tersebut. Hanya saja tidak memenuhi syarat. Karena itu, kalau dari anggota kami yang kemarin mencalonkan diri sebagai pendonor untuk sementara kosong,” sebutnya, Kamis (29/4).

Dijelaskan pula, untuk menjadi pendonor plasma konvalesen harus melalui serangkaian persyaratan yang telah di-screening minimal sehari sebelum proses donor dilakukan.

Beberapa persyaratannya antara lain, status calon pendonor merupakan penyintas yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 melalui dua kali uji swab PCR. Kemudian berat badan minimal 55 kilogram.

Kemudian, rentang usia 18 sampai 60 tahun dan tidak memiliki penyakit bawaan. Bahkan, yang agak sulit calon pendonor perempuan, karena syaratnya belum pernah hamil. “Banyak syaratnya. Nggak asal selesai jadi penyintas terus bisa jadi pendonor,” sambungnya.

Karena itu, sampai dengan saat ini dari Kodim 1619/Tabanan belum bisa menyediakan calon pendonor plasma konvalesen. Meskipun pihaknya juga sudah melibatkan keluarga anggota, seperti istri dan anaknya, untuk ikut menjadi calon pendonor. Bahkan, saat itu jumlah yang terkumpul untuk diajukan sebagai calon pendonor sebanyak 14 orang. Terdiri dari anggota Kodim 1619/Tabanan sendiri beserta istri dan anaknya.

“Yang di Rindam IX/Udayana saya tidak monitor. Tetapi kayaknya tidak ada juga. Karena syarat-syaratnya itu banyak dan tidak mudah untuk dipenuhi juga. Di kalangan masyarakat umum pun, kalau ada 40 calon pendonor misalnya, biasanya hanya didapati satu atau dua orang yang memenuhi syarat,” pungkasnya.

Kendati tidak mudah untuk menemukan pendonor plasma konvalesen, pihaknya tetap menyediakan ruang informasi untuk yang membutuhkannya. Bahkan sejak manfaat donor plasma konvalesen digaungkan pada 2020 lalu, pihaknya di Tabanan juga sudah membuat grup WhatsApp khusus kepentingan itu.

“Saya sudah buat grup donor plasma. Yang mantan penyintas, yang mau ikut gabung menjadi calon pendonor kami undang. Sekaligus untuk bertukar informasi, kalau ada yang ingin menjadi calon pendonor atau ada yang memerlukan donor,” pungkasnya. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP