Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features
INTERNASIONAL

Puluhan Orang Tewas Terinjak-injak dalam Acara Keagamaan Israel

01 Mei 2021, 04: 15: 59 WIB | editor : I Putu Suyatra

Puluhan Orang Tewas Terinjak-injak dalam Acara Keagamaan Israel

PERAYAAN: Suasana perayaan keagamaan di Israel sebelum terjadi peristiwa mengerikan, Kamis (29/4). (antara)

Share this      

JERUSALEM, BALI EXPRESS - Sebuah tragedi terjadi di Israel. Sebab, puluhan orang tewas terinjak-injak dalam perayaan api unggun keagamaan di negara tersebut, Kamis (29/4). Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai "bencana besar".

Informasi awal menyebutkan bahwa bagian dari tempat duduk stadion telah runtuh saat acara Lag B’Omer di GUnung Meron, Gelilea. Para pejabat mengatakan para korban telah sesak napas atau diinjak-injak.
Tragedi ini terjadi saat puluhan ribu orang Yahudi ultra-Ortodoks erkumpul di makam agamawan bijak abad ke-2 Rabbi Shimon Bar Yochai. Mereka melakukan kegiatan peringatan tahuan yang meliputi doa dan tarian sepanjang malam.

Perayaan itu dianggap sebagai salah satu pertemuan terbesar sejak awal wabah pandemic Covid-19 sejak setahun lebih lalu.

Baca juga: Usada Rare (5) : Terkejut, Bayi Diganggu Roh Halus

Layanan ambulans Magen David Adom menyebutkan, sebanyak 103 orang mengalami luka. Termasuk puluhan orang tewas. Channel 12 TV menyebutkan sebanyak 38 orang tewas. Setelah peristiwa tersebut, polisi kemudian menutup lokasi kejadian.  Lalu memerintahkan orang-orang yang bersuka ria untuk meninggalkan lokasi. Mereka diangkut dengan bus.

Untuk diketahui, makam itu dianggap sebagai salah satu situs tersuci di dunia Yahudi dan merupakan situs ziarah tahunan.

Dalam video  yang beredar di media sosial menunjukkan adegan kacau itu terjadi ketika pria ultra-Ortodoks memanjat celah di lembaran besi bergelombang yang robek untuk menghindarkan diri dari situasi berdesakan, ketika polisi dan paramedic mencoba menjangkau yang terluka.

Sementara mayat-mayat tergeletak di atas brankar dan koridor. Selruhnya dibungkus kertas timah.

“Kami semua berdoa untuk kebaikan para korban,” kata Netanyahu dalam cuitannya di Twitter.

Sekadar informasi, api unggun yang dinyalakan bukan oleh negara di Gunung Meron dilarang tahun lalu karena pembatasan virus corona. Tetapi langkah-langkah penguncian dikurangi tahun ini di tengah program vaksinasi Covid-19 cepat Israel yang telah membuat lebih dari 50 persen  populasi divaksin penuh.


Polisi mengatakan pada Kamis (29/4) bahwa mereka telah menangkap dua orang karena mengganggu upaya petugas untuk menjaga ketertiban di lokasi tersebut.

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP