Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik
PAPUA

Buru Kelompok Bersenjata, Pasukan TNI-Polri mulai Masuk Ilaga

01 Mei 2021, 20: 26: 09 WIB | editor : I Putu Suyatra

Buru Kelompok Bersenjata, Pasukan TNI-Polri mulai Masuk Ilaga

TIBA DI ILAGA: Pasukan gabungan TNI dan Polri tiba di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Sabtu pagi (1/5/2021). (antara)

Share this      

TIMIKA, BALI EXPRESS - Pemerintah makin serius menuntaskan kelompok bersenjata yang sekarang telah ditetapkan sebagai teroris di Papua. Sejak Sabtu pagi (1/5) pasukan gabungan TNI dan polisi mulai dikirim ke Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Ini disebut sebagai representasi Negara di tengah masyarakat setempat.

"Pada Sabtu pagi tadi pasukan TNI dan Polri telah tiba di Distrik Ilaga dalam rangka melakukan pengamanan kegiatan masyarakat maupun pengejaran tehadap KKB yang sekarang ini telah disebut sebagai Kelompok Teroris," kata Kepala Satuan Tugas Humas Nemangkawi, Komisaris Besar Polisi Iqbal Alqudusy, di Timika, Sabtu (1/5).

Pengiriman pasukan gabungan ini dilakukan menyusul masifnya kelompok bersenjata menebar terror dan kekerasan terhadap masyarakat maupun aparat.  Puncaknya terjadi ketika mereka melakukan terror yang mengakibatkan gugurnya Kepala BIN Daerah Papua, Mayor Jenderal TNI (Anumerta) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Minggu (25/4).

Baca juga: Lemkari Klungkung Bangkit, Sasar Regenerasi Karateka Belia

Sebelumnya mereka telah membunuh dua orang guru yang bertugas di Distrik Beoga, dan seorang tukang ojek serta seorang pelajar SMA di Distrik Ilaga. Dan yang terbaru, satu personel Brigade Mobil Kepolisian Indonesia atas nama Bhayangkara Satu (Anumerta) I Komang Wira Natha, juga gugur saat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Kampung Makki, Distrik Ilaga Utara, Selasa (27/4).

"Dengan semakin masifnya kelompok ini menebar teror maka mendorong pemerintah mengambil sikap tegas dengan mengganti istilah KKB menjadi teroris," kata Alqudusy.

Sementara itu, mengenai situasi keamanan ibukota Kabupaten Puncak, Ilaga dilaporkan cukup kondusif. Masyarakat juga tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Hal itu disampaikan pejabat Kepala Polres Puncak, Komisaris Polisi I Nyoman Punia.

"Sampai saat ini situasi keamanan di Ilaga masih normal-normal saja, tidak ada hal-hal yang menonjol. Demikian pun di Bandara Ilaga, penerbangan lancar-lancar saja. Sementara di Pasar Ilaga, seperti biasanya warga tetap berjualan, ada banyak juga warga masyarakat yang datang ke pasar untuk membeli berbagai barang kebutuhan pokok," kata dia.


Sedangkan sejumlah faksi kelompok bersenjata yang saat ini dilaporkan kini mengonsentrasikan kekuatannya di Markas Lumawi, Distrik Ilaga Utara.

Markas Lumawi itu diketahui menjadi markas sejumlah gembong mereka. Di antaranya Lekagak Telenggen, Militer Murib, dan lain-lain. Jarak tempuh dari Ilaga ke Markas Lumawi sekitar dua jam perjalanan menggunakan mobil melewati gunung terjal dan sungai.

Pada Selasa (27/4), tim gabungan TNI dan polisi yang hendak merangsek masuk ke Markas Lumawi dicegat kelompok bersenjata di sekitar Olenki. Kontak tembak antara mereka dengan kelompok bersenjata itu pun tak terhindarkan.

Dalam insiden itu, satu polisi dari Brigade Mobil Kepolisian Indonesia dari Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, gugur, sementara dua orang lain terluka dan kini dirawat intensif di RSUD Mimika. (ant)

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP