Minggu, 09 May 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Berlabuh di PDIP, Suwirta: Tidak Ada Proses Nego

02 Mei 2021, 11: 18: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Berlabuh di PDIP, Suwirta: Tidak Ada Proses Nego

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (I Made Mertawan/Bali Express)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta secara resmi berlabuh di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia sudah mengantongi kartu tanda anggota (KTA) yang diserahkan langsung oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Bali I Wayan Koster di sela-sela acara PDIP di objek wisata Taman Soekasada Ujung, Karangasem, Sabtu (1/5).

Suwirta saat dikonfirmasi mengakui dirinya sudah resmi bergabung di PDIP. Sebelum akhirnya menentukan pilihan itu, Suwirta menyadari bahwa jabatan sebagai bupati tidak bisa lepas dari wadah partai politik. “Pasti harus menentukan jalur perjuangan dengan partai politik,” ungkap Suwirta, Minggu (2/5).

Baca juga: Mahasiswa S2 Pariwisata Unud Bagikan Pakan Kera di Alas Kedaton

Menurutnya, PDIP menjadi pilihan karena memang beberapa kali komunikasi, baik dengan Koster termasuk kader PDIP di Klungkung.  Suwirta juga komunikasi baik dengan partai lain. Akhirnya mantan kader Partai Gerindra ini memantapkan diri masuk PDIP. “Ketemu dalam satu titik menentukan pilihan politik secara pribadi,” jelas bupati asal Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida ini.

Bupati Klungkung dua periode ini menegaskan, keputusan masuk partai besutan Megawati Soekarnoputri tidak orientasinya atau pun nego untuk mengincar jabatan lain setelah menjadi menjadi bupati. Seperti wakil gubernur, anggota DPR atau jabatan politik lainnya.  “Tidak ada proses nego-nego karena tiang (saya) bukan siapa-siapa, Suwirta itu bupati biasa saja kok. Tidak ada yang lebih,” ujarnya.

Selain itu, Suwirta juga mengukur diri bahwa dirinya hanya anggota biasa di partai. Sekarang semua keputusan ada di tangan partai. Seperti diketahui, berkembang isu bahwa Suwirta akan maju sebagai wakil gubernur Bali. “Saya harus mengukur kemampuan, kemauan berpolitik, finansial. Itu harus diukur,” katanya.  

Diberitakan sebelumnya, Suwirta adalah mantan kader Partai Gerindra. Ia hengkang dari partai yang telah dua periode mengusungnya menjadi bupati Klungkung pada Mei 2019.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP