Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik
SOLO

Lurahnya Lakukan Pungli, Gibran Kembalikan Uang Warga Gajahan

02 Mei 2021, 13: 11: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lurahnya Lakukan Pungli, Gibran Kembalikan Uang Warga Gajahan

KEMBALIKAN UANG PUNGLI: Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka (dua dari kiri) didampingi Camat Pasar Kliwon Ari Dwi Daryanto (paling kiri) saat mengembalikan uang pungli kepada pemilik toko di Kelurahan Gajahan Pasar Kliwon Solo, Minggu (2/5). (antara)

Share this      

SOLO, BALI EXPRESS - Kasus pungli (pungutan liar) lurah Gajahan, Kecamatan Pasar Liwon, Solo, Jawa Tengah, berinisial S, ditindaklanjuti oleh Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, Minggu (2/5). Putra sulung Presiden Joko Widodo, ini mengembalikan uang hasil pungli berdalih penarikan zakat tersebut kepada para warga stempat.

Saat mengembalikan uang pungli tersebut, Gibran didampingi oleh Camat Pasr Liwon Ari Dwi Daryanto. Mereka mendatangi beberapa took di Jalan Dr. Rajiman Solo, Kelurahan Gajahan Solo untuk mengembalikan uang sesuai hasil pungutan. Jumlahnya antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per toko.

"Saya meminta maaf dan mengembalikan uang hasil pungli penarikan zakat kepada warga Gajahan yang melibatkan oknum lurah setempat," kata Gibran saat bertemu dengan pemilik toko yang dipungut.

Baca juga: Astra Motor Bali Salurkan Sembako untuk Korban Banjir NTT

Menurut Gibran, jumlah yang diminta uang pungli di Kelurahan Gajahan, itu sebanyak 145 toko dengan total sebesar Rp11,5 juta. Uang itu, nanti akan dikembalikan semua oleh pak Camat langsung kepada warga yang dipungut.

"Pak Camat Pasar Kliwon akan mengembalikan uangnya satu per satu kepada warga atau 145 toko itu," kata Gibran.

Sementara Lurah bernisial S yang terlibat menandatangani surat meminta pungutan itu, mulai Senin (3/5), akan dibebastugasnya dari jabatannya sebagai Lurah Gajahan. Kasus ini, akan serahkan ke Inpektorat dan dinas terkait.

Menyinggung soal pemungutan tersebut sudah menjadi tradisi, dan dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu, Gibran menjelaskan itu tetap tidak dibenarkan, dan tidak boleh diteruskan.

"Saya minta sekali lagi semua membiasakan diri sesuatu yang benar. Jangan membiasakan sesuatu yang sudah biasa tetapi tidak dibenarkan oleh aturan. Tradisi pungli jangan dibiarkan, dan harus dipotong tidak boleh seperti itu," kata Gibran menegaskan.

Soal kemungkinan terjadi di kelurahan lain, Gibran mengaku akan mengeceknya.  Dia berkeyakinan, jika satu kelurahan ketahuan, maka yang lainnya akan bersuara. Sehingga bisa terungkap jika ada yang melakukan tindakan serupa.

"Jangan harap kepada Lurah dan Camat mempunyai 'mindset' seperti itu, karena kami pelayan publik seharusnya tidak seperti ini," kata Gibran.



Meskipun, uang hasil pungli kepada warga yang memberi mereka ikhlas, tetapi tidak boleh dilakukan, ada aturannya, suratnya tercantum zakat, sedekah, dan fitrah yang boleh melakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Apalagi Lurah ikut menandatangani itu, semakin salah.

Praktik pungli berupa penarikan pemungutan zakat dari warga terjadi di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah dengan melibatkan oknum lurah setempat berinisial S. Modus pungli, petugas Linmas membawa surat bertanda tangan lurah untuk menarik pemungutan zakat dari warga dengan meminta sejumlah uang.


Menurut Gibran dirinya dapat keluhan dari warga Gajahan tentang adanya praktik pemungutan zakat oleh Linmas yang membawa surat bertanda tangan lurah. (ant)

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP