Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Mau Coba Vaginoplasty? Cek Dulu Syaratnya Disini

02 Mei 2021, 17: 45: 06 WIB | editor : Nyoman Suarna

Mau Coba Vaginoplasty? Cek Dulu Syaratnya Disini

dr. Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG dari Bamed Women's Clinic. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Vagina longgar mungkin akan menjadi bencana besar bagi sebagian wanita khususnya bagi mereka yang sudah pernah melahirkan secara normal. Namun saat ini seirinh dengan perkembangan twknologi khususnya di dunia medis, vagina longgar bukan lagi sebuah bencana. 

Karena menurut  dr Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG dari Bamed Women's Clinic, dengan treatment vaginoplasty, vagina longgar bisa diremajakan lagi. "Treatment vaginal rejuvenation atau peremajaan vagina merupakan perawatan area kewanitaan yang meliputi vagina, rongga vagina, dinding vagina, seluruh otot dan mukosa yang ada di vagina serta dasar panggul," jelasnya.

Peremajaan ini tidak hanya meliputi area internal vagina saja, melainkan juga area eksternal meliputi labia mayora, minora, klitoris, dan pubis. Organ ini diakui dr. Yeni, Organ mengalami perubahan bentuk dan fungsi akibat proses kehamilan, melahirkan, perubahan berat badan, gaya hidup, hormon, dan menopause.

Baca juga: PHDI-MDA Kumpulkan Tokoh, Jaring Enam Nama Ibu Kota Bangli

Treatment-nya sendiri, dikatakan dr. Yeni terdiri dari berbagai jenis mulai dari filler, terapi botox pada parmukaan vagina, terapi sinar laser hingga tindakan operasi. Selain itu, dr Yeni mengatakan ada pula perawatan Labia Bleaching yang bertujuan memunculkan kembali kulit dengan menghilangkan Iapisan melanin yang secara efektif mencerahkannya.

Meskioun meruoakan bagian dari trend, namun dr. Yeni menambahkan, peremajaan vagina merupakan sebuah kebutuhan yang penting diiakukan terutama bagi perempuan yang sudah menikah dan melahirkan. Jadi dilanjutkannya peremajaan vagina bukan hanya sekadar soal mencari kenikmatan seksual saja. "Tapi juga bertujuan untuk membantu meraih kematangan fisik sehingga pasien bisa semakin meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidupnya," tambahnya. 

Meskipun menjadi kebutuhan bagi wanita, namun dr. Yeni mengakui tidak semua perwmpuan bisa melakukan tindakkan medis ini. Kriteria atau syarat melakukan terapi di antaranya perempuan yang mengalami masalah elastisitas vagina yang mulai berkurang, kering atau infeksi berulang dan Stress Urinary lncotinence, serta perempuan yang menginginkan solusi masalah kesehatan kewanitaan tanpa operasi dan yang terpenting adalah sudah berusia di atas 18 tahun. 

(bx/gek/man/JPR)

 TOP