Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Smanser Luncurkan Perpustakaan Digital

02 Mei 2021, 19: 12: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Smanser Luncurkan Perpustakaan Digital

LUNCURKAN : SMAN 1 Seririt saat meluncurkan Perpustakaan digital pada Jumat (2/5) lalu. (istimewa)

Share this      

 SERIRIT, BALI EXPRESS-SMAN 1 Seririt (Smanser) terus berinovasi. Salah satunya dengan meluncurkan Perpustakaan Digital Widya Mandala pada Jumat (30/4) lalu. Strategi ini diharapkan bisa menjawab tantangan era digital yang kian berkembang dalam dunia pendidikan.

Peluncuran Perpustakaan Digital ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng I Ketut Suweca. Acara yang menerapkan protokol kesehatan ini juga disaksikan langsung oleh  Pengawas Manajerial Disdikpora Provinsi Bali Drs. Putu Arimbawa, M.Pd

Kepala SMA Negeri 1 Seririt I Gde Suparta, S.Pd.,M.Pd menjelaskan Perpustakaan Digital membawa misi untuk meningkatkan minat baca warga Smanser. Inovasi ini digadang-gadang memuluskan gerakan literasi siswa (GLS) dalam pembelajaran di kelas.

Baca juga: Mau Coba Vaginoplasty? Cek Dulu Syaratnya Disini

Perpusatakaan Digital sebut Suparta juga diklaim efektif untuk melayani siswa yang kini belajar dari rumah akibat pandemic Covid-19. Selain itu layanan perpustakaan digital yang dikenal SIPUSPA juga bagian dari sistem informasi manajemen yang telah dikembangkan dalam rangka pelayanan informasi secara terintegrasi berbasis digital.

“Inovasi ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi lembaga yaitu cerdas, kompetitif, dan berwawasan lingkungan,” ujar Suparta di sela-sela peluncuran Perpusatakaan Digital di ruang RKG.

Inovasi inipun diapresiasi oleh Pengawas Manajerial Disdikpora Provinsi Bali Putu Arimbawa. Menurutnya, Perpustakaan Digital adalah solusi bagi siswa dan guru di tengah pandemic Covid-19 yang menuntut untuk mengurangi kerumunan demi mencegah klaster baru. Program ini diakuinya menjadi tindak lanjut program digitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Arimbawa berharap, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Buleleng bisa memberikan pendampingan demi kemajuan literasi. “Kompetensi digital sebagai salah satu ciri era disrupsi harus dijawab dengan digital juga, dan keberadaan perpustakaan digital ini sangat tepat”, jelasnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaaan Daerah Kabupaten Buleleng Ketut Suweca. Perpustakaan di sekolah sebut Suweca juga harus mengikuti perkembangan teknologi.

Menurutnya, perpustakaan konvensional dan perpustakaan digital haruslah jalan beriringan. Pengembangan literasi sekolah mesti berkaitan dengan teknologi dan ilmu pengetahuan. “Tidak ada orang cerdas tanpa membaca. Dimana ada sekolah yang mengurus perpustakaannya dengan baik dan memupuk kegemaran membaca maka sekolah itu akan maju dan berprestasi,” jelas Suweca.

Suweca berpesan agar pojok baca di dekat ruang kelas juga dikembangan. Sehingga pengembangan literasi bisa didengungkan tak hanya di dalam kelas, melainkan di luar kelas. “Saya meyakini dimana buku diperhatikan disana sekolah itu akan maju. Untuk itu perpustakaan harus terus dikembangkan seperti dengan digitalisasi ini” pungkasnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP