Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ditangkap, Pengirim Satai Beracun Tewaskan Anak Ojol

03 Mei 2021, 14: 52: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ditangkap, Pengirim Satai Beracun Tewaskan Anak Ojol

DIAMANKAN: Pelaku pengirim satai beracun diamankan polisi. (ANTARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BANTUL, BALI EXPRESS – Setelah selama empat hari diselidiki, pengirim satai ayam beracun yang mengakibatkan N (10), anak pengemudi ojek online tewas di pedukuhan Salakan, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, ditangkap jajaran kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pelakunya seorang perempuan berinisial NA, 25, berhasil diamankan, Jumat (30/4).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria saat konferensi pers di Mapolres Bantul, DIY, Senin (3/5) mengatakan, tersangka NA (25) merupakan pekerja swasta yang beralamat di Majalengka, Jawa Barat.

Tersangka diamankan petugas di rumah kos-nya wilayah Kelurahan Sitimulyo, Piyungan Bantul, dan kini ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Bantul, untuk diproses hukum lebih lanjut.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku berangkat yang sempat bertukar kendaraan lagi dengan sepeda motor lainnya, kemudian berang bukti helm, dan sandal jepit warna hitam.

"Kemudian ada beberapa plastik kresek berisi enam tusuk satai dan lontong yang sudah bercampur saus kacang, yang tidak kita bawa, kemudian uang sebesar Rp 30 ribu yang digunakan untuk bayar ojek online, dan sebuah handphone," ungkap-nya.

Dia menjelaskan, kejadian tersebut berawal pada 25 April 2021 di Dusun Salakan, Desa Bangunharjo, Sewon, Bantul, dimana dilaporkan ada seorang anak N (10), putra pengemudi ojol Pak Bandiman (47), keracunan makanan yang menyebabkan meninggal dunia.

Dia mengatakan, dari keterangan saksi yang didapatkan polisi, pada 25 April sekitar 15.30 WIB di sekitar Gayam Mandala Krida, Yogyakarta, ada seorang tukang ojek online didatangi perempuan tidak dikenal dan meminta bantuan mengirimkan dua dos makanan, satu berisi satai ayam, satu berisi snak.

"Ketika meminta dikirimkan ini, yang bersangkutan mengatakan tidak punya aplikasi online, sehingga minta dengan cara offline ke alamat tertentu di daerah Kecamatan Kasihan, Bantul, dengan mengatakan bahwa makanan tersebut berasal dari Pak Hamid di Pakualaman," tutur-nya.

Setelah terjadi kesepakatan, makanan di antar ke tempat tujuan. Namun karena yang ada di rumah tujuan tersebut merasa tidak memesan makanan, maka ditolak untuk diterima. Oleh tukang ojol, makanan tersebut dibawa pulang ke rumahnya.

Sampai di rumahnya, makanan tersebut dimakan oleh istri dan dua anaknya. Akibatnya, istrinya muntah-muntah dan satu anaknya yang paling kecil meninggal. (ant)

Baca juga: Pemprov Bali Buka Lowongan Kerja Sebagai Anggota KPPAD

(bx/man/man/JPR)

 TOP