Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pandemi Covid-19, Petani di Gianyar Bertambah

03 Mei 2021, 18: 34: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pandemi Covid-19, Petani di Gianyar Bertambah

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Nyoman Tri Budi Hartanto. (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Banyaknya pekerja sektor pariwisata yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19 membuat petani bertambah di Gianyar. Bertani dirasa menjadi salah satu pilihan untuk dapat bertahan hidup.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar I Nyoman Tri Budi Hartanto, pada Desember 2020 lalu ada penambahan sekitar 900-an petani baru. Dimana dari data sebelumnya ada sekitar 27.676 petani menjadi 28.343 petani. "Dan update terakhir Desember 2020, dan mereka sudah masuk daftar e-RDKK," ungkapnya Senin (3/5).

Menurutnya jumlah petani bertambah terjadi karena dampak pandemi Covid-19. Hal itu pun menunjukkan jika sektor pertanian tetap eksis meskipun di masa pandemi Covid-19. "Karena kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi," sambungnya.

Baca juga: Desa Adat Lodtunduh Akan Rembug Terkait Rencana Pecaruan

Tidak hanya menanam padi, kata dia petani milenial masa kini juga menanam bibit tanaman hortikultura yang diperlukan pasar. Mulai dari sayur-sayuran, tomat, bunga pacar, bunga gemitir dan lain sebagainya. "Dan karena sudah masuk E-RDKK, petani baru ini juga berhak mendapatkan pupuk bersubsidi dan kartu tani," sebutnya.

Seperti halnya Made Gede Duta, 25, asal Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Pria yang dulunya pekerja Kapal Pesiar itu beralih menjadi petani dan menggarap lahan orangtuanya. "Saya menggarap 45 are lahan sawah warisan orang tuanya yang sebelumnya tidak tergarap," ujarnya. 

Dan semenjak kembali menggarap Ia sudah merasakan beberapa kali panen. Hasil yang didapat menurutnya mencukupi untuk memenuhi kebutuhannya. "Dari 45 are lahan yang saya garap, sekali panen kurang lebih saya dapat 2,5 ton gerabah, kalau diuangkan Rp 7 Jutaan kotor," tandasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP