Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ekspor Bali ke Luar Negeri Naik 19,76 Persen

03 Mei 2021, 19: 12: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ekspor Bali ke Luar Negeri Naik 19,76 Persen

MENINGKAT: Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya saat menyampaikan keterangannya pada siaran langsung di akun Youtube BPS Provinsi Bali, Senin (3/5). (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kinerja ekspor Bali pada bulan Maret 2021 berada di atas capaian bulan Maret 2020. Namun, angka tersebut tidak lebih baik dibandingkan capaian di bulan Maret 2019. Pada Maret 2021, nilai ekspor barang Provinsi Bali ke luar negeri tercatat naik 19,76 persen (month to month/mtm), dari US$ 39.746.244 pada bulan Februari 2021 menjadi US$ 47.599.877 pada bulan Maret 2021. Demikian yang disampaikan Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya.

“Bila dibandingkan dengan bulan Maret 2020 (year on year/yoy, Red), nilai ekspor Bali bulan Maret 2021 juga tercatat naik 7,79 persen,” ujarnya pada siaran langsung melalui akun Youtube BPS Provinsi Bali, Senin (3/5).

Hainf menyebutkan, dari lima besar negara tujuan ekspor Bali di bulan Maret 2021, nilai ekspor ke Jepang tercatat naik paling tinggi secara mtm hingga 55,99 persen. Peningkatan ini terutama disebabkan karena naiknya ekspor produk ikan dan udang. “Nilai ekspor Bali pada bulan Maret 2021 jika dilihat dari jenis komoditasnya, ekspor Bali didominasi oleh produk ikan dan udang. Tercatat sebesar US$ 13.471.893 dengan share sebesar 28,30 persen dari total ekspor,” katanya. 

Baca juga: Ada Tiga Lokasi Dinilai Bagus untuk Pelabuhan Amed

Dari 10 besar komoditas utama ekspor, sembilan di antaranya tercatat meningkat dengan peningkatan tertinggi. Tercatat pada nilai ekspor produk barang-barang dari kulit yakni naik 88,62 persen, yang utamanya naik ke Jepang. Jika dibandingkan dengan capaian bulan Maret 2020 (yoy), nilai ekspor lima komoditas utama tercatat naik, dengan peningkatan tertinggi tercatat pada produk kain perca setinggi 139,14 persen. 

“Nilai ekspor kumulatif pada periode Januari-Maret 2021 tercatat sebesar US$ 122.625.377, turun 13,35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” bebernya.

Sementara itu, nilai impor barang Provinsi Bali dari luar negeri di bulan Maret 2021 berada di bawah capaian nilai impor di bulan yang sama pada tahun 2019 dan 2020. “Searah dengan ekspor Bali, kinerja impor Provinsi Bali pada bulan Maret 2021 juga menunjukkan peningkatan,” tuturnya.

Nilai impor barang Provinsi Bali dari luar negeri pada bulan Maret 2021 tercatat sebesar US$ 5.293.127, naik 48,41 persen dibandingkan bulan Februari 2021 (mtm) yang tercatat US$ 3.566.578. Secara year on year, nilai impor Provinsi Bali bulan Maret 2021 tercatat menurun sedalam 60,68 persen. “Dari lima besar negara asal impor di bulan Maret 2021, nilai impor dari dua negara asal tercatat mengalami peningkatan dengan yang tertinggi tercatat pada impor asal Tiongkok sebanyak 399,00 persen secara mtm,” paparnya. 

Dari sisi nilai impor, komoditas mesin dan perlengkapan mekanik tercatat sebagai komoditas impor dengan nilai terbesar pada bulan Maret 2021 dengan share 49,58 persen dari total impor Bali. Dirincinya, dari sepuluh komoditas utama impor, enam di antaranya tercatat mengalami peningkatan. Dengan peningkatan tertinggi tercatat pada impor komoditas mesin dan perlengkapan mekanik yakni sebesar 204,16 persen yang utamanya berasal dari Tiongkok.

“Jika dibandingkan dengan catatan bulan Maret 2020 (yoy, Red), dari sepuluh komoditas utama impor, hanya komoditas mesin dan perlengkapan mekanik yang mengalami peningkatan nilai impor sebesar 73,43 persen,” katanya.

Sementara secara kumulatif, nilai impor pada periode Januari-Maret 2021 tercatat sebesar US$ 13.732.655 atau turun 71,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.(ika)

(bx/aim/man/JPR)

 TOP