Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pansus Aset dan PAD Tabanan Matangkan Bahan Rekomendasi 

03 Mei 2021, 20: 14: 52 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pansus Aset dan PAD Tabanan Matangkan Bahan Rekomendasi 

PANSUS : Pansus Aset dan PAD DPRD Tabanan melakukan rapat internal terakhir setelah beberapa kali tertunda pada Senin (3/5). (Chaerul Amri/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Panitia Khusus atau Pansus Aset dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di DPRD Tabanan, mulai mematangkan hasil kajian dan tinjauan lapangan yang akan dijadikan rekomendasi kepada bupati.

Bahkan, Selasa (4/5), pansus yang diketuai I Nyoman Arnawa itu akan melaksanakan rapat kerja dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Hal tersebut terungkap dalam rapat internal pansus yang berlangsung Senin (3/5). Rapat tersebut dihadiri pimpinan pokja atau kelompok kerja dan tim ahli DPRD.

Baca juga: Pemudik Antre 12 Jam untuk Tes GeNose di Gilimanuk

Seperti dijelaskan Arnawa, rapat ini akan ditindaklanjuti dengan rapat kerja bersama OPD terkait. Sehingga nantinya, kajian dan hasil tinjauan di lapangan akan dirangkum ke dalam rekomendasi yang disampaikan melalui sidang paripurna.

“Ini baru kajian-kajian kami yang akan dibahas lagi dalam rapat kerja untuk selanjutnya dijadikan rekomendasi,” jelas Arnawa yang akrab disapa Komet.

Pihaknya berharap, hasil kajian yang nantinya dirangkum ke dalam rekomendasi DPRD itu, bisa ditindaklanjuti secara maksimal oleh pihak eksekutif. Baik yang menyangkut soal aset atau PAD.

Dalam hal pengelolaan aset misalnya. Dia berharap sejumlah persoalan yang ada pada pengelolaan aset bisa secepatnya diklirkan. Sehingga pengelolaannya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan optimalisasi PAD.

“Mana yang terbengkalai. Mana yang belum tersertifikasi. Di mana keberadaannya. Apa statusnya. Harus fix. Jangan sampai ada aset terbengkalai akhrinya hilang. Apalagi jadi perkara di kemudian hari. Seperti aset di Pantai Nyanyi yang ternyata belakangan itu aset daerah,” sebut anggota Komisi II ini.

Demikian halnya dengan PAD, pihaknya mendorong agar eksekutif mulai melakukan optimalisasi. Baik dengan memanfaatkan teknologi maupun investasi.

“Karena bagaimanapun juga salah satu sumber biaya untuk pembangunan adalah PAD. Nah, hasil kajian dan tinjauan lapangan yang dirangkum dalam rapat internal ini akan dibahas lagi dalam rapat kerja bersama OPD terkait,” pungkasnya. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP