Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Pemkot Denpasar dan FKUB Atur Kegiatan Keagamaan Mei

03 Mei 2021, 21: 17: 39 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pemkot Denpasar dan FKUB Atur  Kegiatan Keagamaan Mei

KEAGAMAAN : Rapat bahas pengaturan kegiatan keagamaan Pemkot Denpasar bersama FKUB Denpasar, dihadiri Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa, Pj. Sekda I Made Toya, dan pimpinan OPD terkait, Senin (3/5) di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar. (Humas Pemkot Denpasar for Bali Express )

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pelaksanaan peringatan hari suci keagamaan pada bulan Mei 2021, khususnya di Kota Denpasar mendapatkan perhatian dari Pemkot Denpasar dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mencegah klaster baru Covid-19. 

Perayaan hari besar keagaaman tersebut meliputi Hari Raya Katolik, yakni Kenaikan Isa Almasih, Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, dan Hari Raya Waisak.

Pembahasan bersama, Senin ((3/5) dihadiri Wakil Walikota (Wawali) Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Pj. Sekda Kota Denpasar I Made Toya, Pimpinan OPD terkait, dan Ketua FKUB Denpasar, Prof. I Nyoman Budiana di Kantor Walikota Denpasar.

Baca juga: Pemilu 2024, Dewan Minta KPU Bali Susun RAB Lebih Awal

Wawali Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan dalam pembahasan bersama FKUB ini, dapat merumuskan langkah dalam mencegah klaster Covid-19, khususnya dalam pelaksanaan peringatan hari besar keagamaan. 

Menjelang Hari Raya Idul Fitri pada 13-14 Mei mendatang sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo melarang masyarakat untuk melaksanakan mudik Lebaran tahun 2021. Tentu ini dapat menjadi pembahasan, bersama OPD terkait dan FKUB Denpasar, khususnya pemuka agama dapat mensosialisasikan arahan dari Presiden RI untuk bersama-sama dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Diharapkan bersama-sama OPD terkait dan pemuka agama melakukan sosialisasi bersama, di samping dari arahan Presiden RI terkait larangan mudik maupun langkah bersama dalam menekan angka kasus Covid-19. Serta pelaksanaan vaksinasi di Kota Denpasar yang saat ini telah masuk pada zona orange yang tidak boleh lengah," tegas Kadek Agus Arya Wibawa.

Lebih lanjut disampaikan kesepakatan dalam pertemuan ini, FKUB Denpasar melaksanakan diskusi langsung yang bersepakat bersama Pemkot Denpasar untuk mengatur pelaksanaan kegiatan keagamaan. 

Kadek Agus Arya Wibawa, juga menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar tidak melarang pelaksanaan kegiatan keagamaan di Kota Denpasar, namun dapat dilakukan pengaturan dengan tetap disiplin protokol kesehatan (prokes), seperti menjaga jarak, memakai masker, dan rutin mencuci tangan.

Antisipasi bersama pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang telah disepakati dilaksanakan di dalam masjid, serta prosesi lainnya yang tetap memperhatikan prokes. Tentu ini telah menjadi pertimbangan bersama saudara umat muslim di Kota Denpasar untuk bersama-sama melakukan antisipasi penyebaran kasus Covid-19. 

Sementara Ketua FKUB Denpasar, Prof. Nyoman Budiana menyampaikan bahwa umat muslim di Kota Denpasar telah melakukan kesepakatan melaksanakan Sholat Idul Fitri di masjid dan mushola, sesuai surat edaran dari Kementerian Agama. 

Hal ini juga telah disampaikan Ketua MUI Denpasar, KH Saefudin Zaeni dengan prosesi Takbiran juga dilaksanakan di dalam masjid yang melibatkan 12 orang. 

Di samping itu, pelaksanaan halal bihalal yang melibatkan banyak orang tidak dilaksananakan. Tentu antisipasi ini tidak mengurangi makna dan kesucian dalam pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Beberapa hari raya dari umat Katolik, dan umat Buddha, pada bulan Mei 2021 ini juga sepakat pada pengaturan kegiatan serta disiplin protokol kesehatan. Di samping itu, dalam imbauan larangan mudik tahun ini juga akan dilaksanakan sosialisasi kepada umat, yang nantinya dapat bersama-sama memberikan pemahaman serta antisipasi bersama.

“Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah bekerja maksimal dalam menekan kasus dan melakukan langkah-langkah menekan kasus Covid-19. Kami FKUB mengharapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri suadara muslim dapat berjalan dengan baik, dan kesehatan dapat diperhatikan yang berkaitan dengan prokes," tandasnya. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP