Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Jaringan Medan Ditangkap dengan Ganja 9,13 Kg

04 Mei 2021, 04: 14: 45 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jaringan Medan Ditangkap dengan Ganja 9,13 Kg

TERUNGKAP: Aksi dua pengedar Ganja berhasil diungkap BNNK Badung. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS - Dua orang pria yang bertindak sebagai pengedar Narkotika jaringan Medan, berhasil diringkus Badan Narkotika Nasional Kabupaten Badung. Dari tangan keduanya diamankan barang bukti berupa Ganja seberat 9,13 kilogram yang disembunyikan dalam karung berisi tumpukan baju. Penangkapan mereka diungkap pada Senin (3/5) di Kantor BNNK Badung.

Kegiatan itu sekaligus perkenalan Kepala BNNP Bali yang baru Brigjenpol Gede Sugianyar menggantikan Brigjenpol Putu Gede Suastawa. Dalam kesempatanya Sugianyar memimpin acara tersebut dan menerangkan bahwa identitas kedua pelaku masing-masing adalah RP, 38, asal Jakarta yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang tindik, namun usahanya tidak jalan karena pandemi.

Pelaku kedua berinisial YE alias Yance, 34, asal Malang, yang sebelumnya berprofesi sebagai Bartender di Legian, Kuta, tetapi nasibnya serupa dengan RP. Dirinya terpaksa dirumahkan selama pandemi. “Banyak warga yang kehilangan pekerjaan saat pandemi, sehingga mereka berupaya mencari penghidupan dengan cara ilegal seperti pengedar atau bagian dari jaringan Narkotika ini,” tuturnya.

Baca juga: Pemancing Menduga Boneka di Atas Batu, Ternyata Mayat Bayi

Adapun kronologi penangkapan keduanya, dijelaskan oleh Kepala BNNK Badung AKBP Nyoman Sebudi. Berawal informasi dari masyarakat melalui aplikasi aduan QR Code BNNK Badung, bahwa ada seseorang yang dicurigai sering mengedarkan Narkotika jenis Ganja di seputaran Pantai Canggu dan sekitarnya. Kemudian tindak lanjut yang dilakukan petugas adalah melakukan kegiatan profiling dengan beberapa jasa paket barang (ekspedisi) yang berasal dari Kuala Namu, Sumatera karena pelaku dicurigai berasal dari jaringan Medan.

Selanjutnya saat pengiriman paket, petugas melakukan pengawasan (control delivery) pada Kamis (29/4) pukul 19.00, di Pinggir Jalan Raya Pandu, Banjar Dukuh, Dalung, Kuta Utara, hingga berhasil mengamankan pelaku yakni RP. Paket tersebut, merupakan karung plastik berwarna putih berisi pakaian bekas untuk menyembunyikan 7 paket dibalut lakban warna coklat yang ternyata adalah Ganja seberat 9,13 kilogram.

Dari hasil interogasi, RP mengaku Ganja tersebut akan dikirim kepada YE atas perintahnya. Lokasi pengiriman rencananya dilakukan di pinggir Jalan Mahendradatta tepatnya seberang Depot Gimbo sekitar pukul 20.00. petugas segera bergerak ke lokasi dan didapati YE telah menunggu disana, sehingga petugas langsung menangkapnya berikut barang bukti sebuah Handphone. “YE mengaku paket Ganja ini akan mereka konsumsi sendiri, juga merupakan titipan yang disuruh oleh orang lain, dan saat ini orang tersebut masih kami kembangkan,” sebutnya.

Akibat perbuatannya, mereka terancam dikenakan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 111 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Disamping penagkapan kedua pengedar, pengamanan barang bukti berupa Ganja seberat 9,13 kilogram disebutkan telah menyelamatkan kehidupan sebanyak 9 ribu jiwa dihitung dari sasaran pembeli barang terlarang itu.

Meneruskan penjelasan dari Sebudi, Kepala BNNP Bali yang baru menyebutkan di Bali sendiri, peredaran Ganja mengalami peningkatan sejak awal tahun 2021. Karena harganya yang relatif lebih murah mencapai Rp 25 ribu per gram dari Narkotika jenis lainnya. Ditambah sifat Ganja sebagai perelaksasi menambah peminat di masa pandemi karena mereka memerlukan ketenangan. “Sifat Ganja ini memberikan relaksasi atau ketenangan bagi pemakainya, orang-orang dimasa pandemi butuh ketenangan sehingga peminatnya banyak, nantinya mereka yang sudah mencoba akan terkena efek ketergantungan sehingga sulit berhenti. Jika dipaksa disetop, mereka akan mengalami gelisah dan susah tidur,” paparnya. (ges)

(bx/art/yes/JPR)

 TOP