Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features
KESEHATAN

Vagina Longgar Bukan Bencana, Ini Cara Mengatasinya

04 Mei 2021, 04: 21: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Vagina Longgar Bukan Bencana, Ini Cara Mengatasinya

dr Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Vagina longgar mungkin akan menjadi bencana besar bagi sebagian wanita khususnya bagi mereka yang sudah pernah melahirkan secara normal. Namun saat ini seiring dengan perkembangan teknologi khususnya di dunia medis, vagina longgar bukan lagi sebuah bencana. 

Karena menurut  dr Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG dari Bamed Women's Clinic, dengan treatment vaginoplasty, vagina longgar bisa diremajakan lagi. "Treatment vaginal rejuvenation atau peremajaan vagina merupakan perawatan area kewanitaan yang meliputi vagina, rongga vagina, dinding vagina, seluruh otot dan mukosa yang ada di vagina serta dasar panggul," jelasnya.

Peremajaan ini tidak hanya meliputi area internal vagina saja, melainkan juga area eksternal meliputi labia mayora, minora, klitoris, dan pubis. Organ ini diakui dr. Yeni, Organ mengalami perubahan bentuk dan fungsi akibat proses kehamilan, melahirkan, perubahan berat badan, gaya hidup, hormon, dan menopause.

Baca juga: Intan, Atlet Peraih Emas, Aktif di Dunia Maya; Nggak Sopan, Block Aja

Treatment-nya sendiri, dikatakan dr. Yeni terdiri dari berbagai jenis mulai dari filler, terapi botox pada parmukaan vagina, terapi sinar laser hingga tindakan operasi. Selain itu, dr Yeni mengatakan ada pula perawatan Labia Bleaching yang bertujuan memunculkan kembali kulit dengan menghilangkan lapisan melanin yang secara efektif mencerahkannya.

Meskipun merupakan bagian dari trend, namun dr. Yeni menambahkan, peremajaan vagina merupakan sebuah kebutuhan yang penting dilakukan terutama bagi perempuan yang sudah menikah dan melahirkan. Jadi dilanjutkannya peremajaan vagina bukan hanya sekadar soal mencari kenikmatan seksual saja.

"Tapi juga bertujuan untuk membantu meraih kematangan fisik sehingga pasien bisa semakin meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas hidupnya," tambahnya. 

Meskipun menjadi kebutuhan bagi wanita, namun dr. Yeni mengakui tidak semua perempuan bisa melakukan tindakkan medis ini. Kriteria atau syarat melakukan terapi di antaranya perempuan yang mengalami masalah elastisitas vagina yang mulai berkurang, kering atau infeksi berulang dan Stress Urinary lncotinence, serta perempuan yang menginginkan solusi masalah kesehatan kewanitaan tanpa operasi dan yang terpenting adalah sudah berusia di atas 18 tahun.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP