Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
SESULUH

Sarasamuccaya (2) : Pustaka Mahabharata Lahir dari Budi Luhur

04 Mei 2021, 09: 44: 55 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sarasamuccaya (2) : Pustaka Mahabharata Lahir dari Budi Luhur

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kitab Sarasamuccaya yang membahas perihal kehidupan dan moral umat, melaui Catur Warga atau Catur Purusaartha (Artha, Kama, Dharma, dan Moksa, salah satu kitab penting bagi umat Hindu.

Buku Sarasamuccaya yang diterjemahkan oleh I Nyoman Kajeng Dkk ini, diserikan untuk menambah wawasan umat tentang agama Hindu.

II : Yatha samudrotimahan yathaca himavan girih, ubhau ratnanidhi khyatau tatha bharatamucyate Nahan kottamanira, kadyangganing tasik lawan Gunung Himawan, an kalyan mas manik sarwamulya ; mangkanata sakweh niking aji Bharatakatha ginawenira, an tasa kaning uttamarasa makadi rahasyajnana.

Baca juga: Usada Rare (7) : Anak Demam dan Batuk

Terjemahan: Akan keutamaannya sebagai misalnya samudra dan Gunung Himalaya yang berisi emas, permata yang serba mulia; demikianlah mutu seluruh bagian Mahabharata, yang disusun beliau, yang dapat mematangkan rasa utama, seperti rahasia batin yang tinggi.

III : Idam kavivarair nityamakhyanamupajivyate, Udayaprepsubhir bhrtyairabhijata iveá¹£varah Kuneng kottaman Sang Hyang Bharatakatha, ri denyan sira nitya pinakopajiwana sang kawiwara, kadyanggansang prabhu sujanman pinakopajiwananing wadwa angusir wibhawa.

Terjemahan: Adapun keutamaan cerita-cerita Mahabharata yang senantiasa menjadi sumber kehidupan para pujangga-pujangga utama adalah seperti misal seorang raja yang berbudi luhur, yang merupakan sumber perlindungan rakyat yang mengusahakan hidup sejahtera.

IV : Itihasottamadasmajjayante kavibuddhayah, Pancabhya iva bhutebhyo lokasamvidhayas trayah. Apayapan iking aji Bharatakatha, sakaning buddhi sang kawi, kadyangganing triloka an wijil sangke Pancamahabhuta.

Terjemahan : Adapun Pustaka Mahabharata ini lahir dari budi luhur sang pujangga, sebagai halnya dunia-tiga, yang terjadi dari lima unsur utama (hawa, angina, api, air, dan tanah). 

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP