Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Nekat Gantung Diri, Pegawai LPD Tinggalkan Surat Wasiat

04 Mei 2021, 10: 35: 58 WIB | editor : Nyoman Suarna

Nekat Gantung Diri, Pegawai LPD Tinggalkan Surat Wasiat

ULAH PATI : Korban Ni Putu Candra Ningsih nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan meninggalkan surat wasiat (kanan), Selasa (4/5). (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Seorang pegawai LPD, Ni Putu Candra Ningsih, 41, yang beralamat di Lingkungan Padangtegal Kelod, Kelurahan/Kecamatan Ubud, Gianyar, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya, Selasa (4/5). 

Berdasarkam informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu bermula ketika saksi I Chadek Dika Frantika, 27, yang merupakan pacar anak korban dipanggil  oleh anak korban Ni Kadek Winda, 19, untuk membantu saksi mengangkat tubuh ibunya. 

Begitu sampai di dapur saksi I Chadek Dika Frantika melihat korban sudah dalam kondisi dipapah oleh saksi Ni Kadek Winda di lantai dapur. Saksi Dika Frantika kemudian langsung memapah 

Baca juga: Aturan Adat Pertahankan Subak dari Alih Fungsi Lahan

korban. Saksi Kadek Winta selanjutnya menyampaikan jika korban telah gantung diri di dapur dengan posisi lehernya terikat selendang dan selendang tersebut diikat pada kayu lambang dapur yang tingginya dari lantai kurang lebih 2 meter. Saat itu tubuh korban masih hangat sehingga saksi berinisiatif untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban dengan cara mengecek detak jantung dan denyut nadi korban, namun denyut nadi korban sudah tidak ada.

Saksi pun berusaha untuk menggerak-gerakkan tubuh korban, namun tidak ada respon juga. Selanjutnya anak korban berusaha memberikan minum kepada korban namun juga tidak ada respon dari korban. Anak korban juga selanjutnya  memberikan nafas buatan kepada korban namun juga tidak berhasil. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa setempat dan diteruskan ke Polsek Ubud.

Kapolsek Ubud AKP I Made Tama membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dirinya mengatakan bahwa setelah menerima laporan pihaknya langsung turun ke lapangan dan melakukan olah TKP. "Dari TKP kita amankan satu lembar selendang warna cokelat motif batik yang digunakan korban untuk gantung diri," ujarnya.

Selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah korban yang dilakukan oleh tim medis dari Ubud Care, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak keluar cairan dari kemaluan korban, dari anus tidak keluar kotoran, mata tidak melotot, lidah tidak menjulur keluar. Namun pada leher ditemukan adanya bekas jeratan selendang dengan simpul tidak menyatu, tangan tidak mengepal dan sebagian tubuh sudah dalam keadaan lebam. "Tim media memperkirakan korban meninggal lebih dari 3 jam sebelum ditemukan," imbuhnya.

Pihaknya pun kini masih menyelidikan motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Terlebih pihaknya menemukan sepucuk surat wasiat yang diduga ditulis oleh korban yang isinya permintaan maaf kepada keluarga, serta pihak-pihak lainnya yang merasa dirugikan oleh korban. Namun menurut keterangan dari saksi, korban diketahui tidak memiliki masalah dengan keluarga ataupun pihak lainnya. "Masih kita selidiki untuk motifnya," tandasnya.

Jenazah ibu tiga orang anak yang bekerja di LPD Desa Pekraman Padangtegal itu pun selanjutnya akan dikubur di Setra Adat Padangtegal, Selasa sore pukul 17.00 WITA.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP