Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Buka Pariwisata, Dewan Ingatkan Warga Mesti Disiplin Dulu

04 Mei 2021, 18: 11: 58 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Buka Pariwisata, Dewan Ingatkan Warga Mesti Disiplin Dulu

Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya. (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS -  Dibukanya pariwisata internasional untuk Bali sangatlah berpengaruh dengan vaksinasi. Namun, vaksinasi ini tertunda sementara lantaran habis. 

Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya menjelaskan, vaksinasi merupakan syarat jika pariwisata ingin dibuka. Di sisi lsin, masyarakat mesti disiplin dengan  protokol kesehatan agar jumlah kasus Covid -19 terus menurun. 

"Vaksin distop, kita menunggu vaksin yang pertama lagi. Sebab, vaksin yang kedua gak boleh ditunda, selesai itu baru mulai lagi. Yang satu  masih menungu dari pusat,  kalau berbicara vaksin jika ada 30 ribu, harus menyiapkan orang 15 ribu, separuhnya," jelas Dewa Mahayadnya, Selasa (4/5). 

Baca juga: Habis Guling Babi, Gudang Terbakar

Keterlambatan vaksin saat ini diakuinya sudah pasti akan berpengaruh terhadap rencana dibukanya pariwisata internasional. Bahkan, ia beranggapan jika pesawat Singapore Airlines yang batal terbang ke Bali beberapa hari lalu diakibatkan hal tersebut. "Sangat berpengaruh, mungkin ini salah satu penyebab Singapore  Airlines rencana landing di Bali dibatalkan, atau mungkin menunggu  selesai Lebaran," sambung dia.

Terlambatnya vaksin di Bali, lanjut Dewa Mahayadnya, sah -sah saja. Pasalnya, pemerintah pusat tidak hanya memikirkan Bali saja, namun seluruh Indonesia. 

"Teman-teman di pariwisata sudah teriak mati- matian agar dibuka (pariwisata). Kami juga mengingatkan masyarakat, kenapa gak dibuka, iya harus disiplin dulu, kan syaratnya disiplin. Mudah- mudahan masyarakat bisa mendukung, karena tentang  metode protokol kesehatan saya kira semua sudah tahu, disiplin yang terpenting," tegasnya.  

Ia menambahkan bahwa pembukaan pariwisata sangat terkait vaksinasi dan adanya zona hijau yang sehat. Namun, saat ini dari destinasi zona hijau yang ditentukan belum rata semua mendapatkan vaksin. 

Gencarnya vaksinasi yang dilakukan di zona hijau seperti Ubud disebutkannya, memang sebagai target wisatawan domestik.  "Kita memang ingin Ubud, cita-cita orang memang ke Ubud  untuk pariwisata domestik.  Kalau asing mungkin Nusa Dua dan Kuta," imbuhnya. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP