Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Kolom
icon featured
Kolom
Ada Stiker Khusus Kendaraan 

Ribuan Personel Polda Bali Amankan 7 Pos Penyekatan Mudik 

04 Mei 2021, 18: 34: 30 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Ribuan Personel Polda Bali Amankan 7 Pos Penyekatan Mudik 

MUDIK : Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra melalui konferensi pers, Selasa (4/5), menegaskan, mudik Lebaran tahun ini akan dijaga ketat. (Agung Bayu/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pengamanan mudik Lebaran dalam rangkaian Hari Raya Idul Fitri telah dipersiapkan dengan matang oleh Polda Bali bersinergi dengan Dinas Perhubungan dan beberapa intansi terkait. 

Melalui operasi yang akan digelar mulai Kamis (6/5) hingga Senin (17/5), dibangun sebanyak tujuh pos di titik penyekatan yang akan dijaga oleh personel gabungan berkekuatan 1750 orang.

Ketujuh pos penyekatan itu, yakni Simpang Umanyar, Denpasar, Simpang Megati, Tabanan. Kemudian Terminal Cekik, Jembrana, Simpang 4 Masceti, Gianyar. Selanjutnya di Yeh Malet Karangasem, Pelabuhan Padangbai, dan Simpang Pejarakan, Buleleng. Pada masing-masing pos rencananya akan diisi sebanyak 40 hingga 60 personel.

Baca juga: Kebangkitan IKM/UMKM Ibarat Nyala Lilin di Kegelapan

"Tujuh pos penyekatan yang telah ditentukan, kami anggap sebagai titik-titik paling sentral dan paling sering dilewati untuk keluar masuk wilayah Bali," terang Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra melalui konferensi pers, Selasa (4/5). 

Terkait adanya 'jalur tikus' kemungkinan dilewati masyarakat agar bisa lolos mudik, pihaknya mengaku menyerahkan masalah itu ke Polsek jajaran yang memahami seluk-beluk wilayahnya masing-masing.

Disebutkan Jendral bintang dua di pundak itu, masyarakat yang dapat melakukan perjalanan adalah yang menjadi pengecualian, seperti dalam keperluan tugas dinas, keperluan mendesak seperti sakit atau ada kematian dan keperluan lainnya dengan menyertakan surat persyaratan perjalanan. 

"Sesuai dengan ketentuan, bagi yang melakukan perjalanan harus dilengkapi surat-surat dan akan kami verifikasi, apakah betul surat ini berkaitan dengan  yang bersangkutan untuk melakukan  perjalanan dinas atau keperluan mendesak lain. Jika  tidak sesuai tentunya akan kami kembalikan," bebernya.

Sedangkan masalah travel gelap, pihaknya menyiapkan antisipasi dengan melakukan pengecekan terhadap surat-surat perizinan operasi saat mudik. 

Sesuai pemberitahuan dari Dinas Perhubungan, sementara terdapat kendaraan yang diizinkan beroperasi, yakni bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) dan bus AJAP (Antar Jemput Antar Provinsi). Tentunya bus tersebut hanya dapat mengangkut barang dan orang-orang yang mendapat pengecualian.

Bus tersebut telah melengkapi persyaratan dan sudah menerima stiker khusus diterbitkan oleh Dinas Perhubungan yang dapat di scan barcode. Sehingga, jika ada kendaraan yang melakukan perjalanan tidak mendapatkan stiker khusus itu, dapat dikatakan adalah travel gelap. 

"Kalau tidak punya tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan dan kami akan kembalikan. Mengenai sanksinya akan kami lakukan penilangan sesuai hukum dan aturan, bisa juga ditahan jika dalam aturan dan hukum memungkinkan, seperti di Polda wilayah lain, ada yang melakukan penahanan," jelas lulusan Akademi Kepolisian tahun 1989 itu. (ges)

(bx/aim/rin/JPR)

 TOP