Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Tubing, Wisata Air Teranyar di Sukasada

04 Mei 2021, 19: 54: 03 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tubing, Wisata Air Teranyar di Sukasada

WISATA ANYAR : Pengunjung menikmati wisata air tubing di Gatep Lawas. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Wisata air merupakan salah satu wisata yang menyegarkan. Apalagi dikelilingi oleh pemandangan yang rimbun. Di sekeliling sejauh mata memandang, hamparan sawah yang luas memanjakan mata. Suasana sejuk dengan rimbunnya pepohonan di hutan desa pun membuat betah berlama-lama berkunjung ke tempat tersebut. Ya, wisata air yang dimaksud adalah Wisata Air Gatep Lawas yang berlokasi di Dusu Pebantenan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Untuk menuju tempat ini dibutuhkan waktu 15 menit dari jalan raya. Jalan yang berliku serta beberapa tanjakan cukup memacu adrenalin. Sepanjang perjalanan akan disuguhkan hamparan kebun kopi.

Tempat wisata ini terletak diantara pinggiran hutan desa Ambengan, dan perkebunan warga. Gemuruh suara air terdengar sayup mengiringi langkah menuju tempat permandian. Ada dua pilihan wisata yang ada di tempat wisata ini. Yang pertama, permandian air alami, memanfaatkan saluran irigasi yang bersumber dari mata air ditengah hutan desa Ambengan. Suasana yang sejuk, dan segarnya air pengunungan membuat pengunjung nyaman berlama-lama ditempat ini. Sambil berendam bisa menikmati hamparan persawahan yang disekitar permandian.

Pengunjung asal desa Sambangan, Sri Andriani mengaku baru pertama kali ke tempat ini. Ia mengaku mengetahui tempat wisata ini dari timeline media social. “Kesininya sama keluarga. Taunya sih udah lama. Dari sosmed. Memang dari kota cukup jauh. Tapi sampai sini akhirnya terbayarkan dengan suasananya,” terang Sri.

Baca juga: Ribuan Personel Polda Bali Amankan 7 Pos Penyekatan Mudik 

Selain berendam, pengelola Gatep Lawas juga menyiapkan, sarana water tubing. Wahana permandian air dengan menyusuri saluran irigasi air sepanjang 650 meter. Wahana cukup menantang dan menyenangkan. Halangan air sengaja dibuat untuk menambah keseruan saat bermain water tubing. Pengunjung duduk diatas ban yang bentuknya telah dikreasikan, dan berpengangan ditali pengaman yang ada pada ban. Selanjutnya meluncur ditengah saluran irigasi mengikuti aliran air. Saat bermain water tubing, pengunjung wajib mengunakan alat pengaman, seperti helm, pelampung, pelindung tangan dan kaki.

Pengunjung lainnya, Made Widiarsa merasa puas setelah mencoba wahana tubing bersama teman-temannya. Menurutnya, rintangan dalam tubing ini masih kurang menantang. Pun demikian rasa puas terbayarkan. “Kalau tubingnya bagus lumayan, resiko minim. Aman. Saya selaku pengunjung merasa puas. Rintangan tubingnya itu gak terlalu curam sih. Kalau lebih curam sedikit akan seru. Karena saya suka tantangan. Udah kedua kalinya kesini,” kata dia.

Wisata Air Gatep Lawas, Dusun Pebantenan, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, ini telah dibangun pada Desember 2020. Tempat wisata ini merupakan bagian dari pengembangan yang dilakukan oleh kelompok usaha perhutanan sosial, sebagai upaya pemanfaat mata air yang ada di tengah hutan Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Kelompok usaha perhutanan sosial Desa Ambengan, diwajibkan untuk memelihara kelestarian hutan, dan memanfaatkan hasil hutan untuk menunjang perekonomian anggota kelompok. Salah satu yang dibuat adalah objek wisata air, Gatep Lawas. “Kata Gatep berasal dari nama pohon buah gatep atau gayam, yang dulu banyak ada sekitar tempat wisata, kini sudah mulai langka. Kata Lawas diambil dari umur saluran irigasi air yang sudah lama atau lawas,” tutur Ketut Nabi, Pengelola Wisata Air Gatep Lawas.

Berkunjung ke wisata air Gatep Lawas, tidak butuh merogoh kocek yang mahal. Jika hanya ingin mandi dan berendam cukup membayar tiket masuk, seharga Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Sedangkan untuk menikmati water tubing, cukup membayar dengan harga Rp 20 ribu per orang.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP