Selasa, 11 May 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Pura Gunung Raung, Sumber Sinar Suci di Alas Sarwa Ada

05 Mei 2021, 07: 18: 08 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Pura Gunung Raung, Sumber Sinar Suci di Alas Sarwa Ada

PALINGGIH : Bentuk Palinggih Patung Maha Rsi Markandeya di Pura Gunung Raung di Desa Taro, Kecamatan Gianyar. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS-Keberadaan Pura Gunung Raung di Desa Taro Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, tak lepas dari perjalanan suci Maha Rsi Markandeya saat berada di Bali. Pura berusia ratusan tahun ini memiliki keunikan berupa Titi Gonggang, yang tak sembarangan bisa dilintasi manusia biasa. Jika dilanggar, maka wajib menghaturkan pacaruan dengan sarana ayam sebagai pengganti.

Jero Mangku Gede Ketut Telaga, 61, kepada Bali Express (Jawa Pos Group) mengatakan, perjalanan suci Maha Rsi Markandeya dari Jawa bersama ratusan pengikutnya datang ke Bali untuk membangun peradaban. Namun perjalanan perdananya gagal, lantaran banyak pengikutnya yang meninggal.

“Karena banyak pengikutnya meninggal, beliau (Maha Rsi Markandeya) balik lagi ke Jawa dan melakukan tapa brata di Gunung Raung. Konon saat bertapa, beliau mendapat pawisik agar menanam Panca Datu di kaki Gunung Agung,” jelas Jero Mangku Telaga.

Baca juga: Astra Motor Bali Gelar Kompetisi Karya Tulis AHM Best Student 2021

Setelah menerima pawisik (petunjuk gaib), Maha Rsi Markandeya kembali datang ke Bali bersama pengikutnya. Beliau kemudian melakukan upacara mendem (menanam) Panca Datu di kaki Gunung Agung yang kini menjadi Pura Basukian.

“Beliau kembali melaksanakan tapa brata. Nah, konon Maha Rsi Markandeya melihat sebuah sinar suci. Beliau kemudian memerintahkan pengikutnya untuk mencari lokasi sinar suci tersebut. Hingga akhirnya menemukan lokasi yang dicari tepat di atas Hutan Sarwa Ada, yang kini menjadi Desa Taro,” imbuhnya.

Penamaan Alas (hutan) Sarwa Ada bukanlah tanpa alasan. Sebab di hutan ini ditemukan beragam buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan hidup para pengikutnya. Tak pelak membuat pengikutnya betah tinggal menetap di Alas Sarwa Ada ini. Mereka pun enggan kembali untuk bertemu dengan Maha Rsi Markandeya.

“Karena pengikutnya yang diminta menelusuri lokasi cahaya itu tak  kembali, akhirnya Maha Rsi Markandeya mencari pengikutnya ke Hutan Sarwa Ada,” jelasnya.

Benar saja, selain subur, kawasan Hutan Sarwa Ada juga memiliki vibrasi spiritual yang tinggi. Hingga akhirnya Beliau mendirikan Pura Gunung Raung yang kini berada di Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Gianyar.

Sebagai bentuk penghormatan, maka di areal Pura Gunung Raung ini dibangun sebuah patung replika dari Maha Rsi Markandeya. Patung yang disakralkan ini, dibangun pada tahun 2011 silam. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP