Minggu, 09 May 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Usada Rare (8) : Bayi Batuk dan Suaranya Serak

05 Mei 2021, 09: 09: 23 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Usada Rare (8) : Bayi Batuk dan Suaranya Serak

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dari usia bayi sampai anak-anak, dibeber lewat Usada Rare. 

Usada Rare diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Si anak hangat badannya (Bali : sebeha) dan batuk terpingkal-pingkal. Sarana : daun sirih yang kering, tritakuta, dada disembark. Sarana lainnya : daun sembung yang kering, jasin, jangu, hulu hati disembar. Bisa juga sirih yang tua (Bali : kapkap) 3 lembar, daun belimbing (Averrlwa carambola L. Oxalidaceae), yang telah jatuh, 33 lembar, bawang, air cendana diasab, dipipis, untuk bedak. Cara lainnya : Sumanggi gunung (Hydrocotyle podanta Molk.) bunga sirih (Bali : cacing base), kelapa dibakar, temutis, untuk usug. 

Baca juga: Raih 2 Medali, Tim Cricket PON Bali Dinilai Belum Memuaskan

Bayi batuk-batuk. Sarana : daun pancarsona (mussaenda Sp. Div.) dirirs-iris, lalu diurab dengan kelapa dibakar, dipepes dan ditambus. Sesudah matang diembunkan (Bali : dayuhin), besoknya diperas dan disaring untuk jamu. 

Anak batuk-batuk dan dadanya kering, bernama watuk giningan. Sarana : akar basa-basa, daun trigandi, daun sembung gantung, temu-tis. Dicampur asam lama, gula aren, ampo, majakane (Quarcus infectoria oliv Fagaceae (Mayaphala), majakeling, semua dipipis, diperas, disaring, dan diminum. Sembar pada dada dan pangkal leher bagian belakang. Sarana lainnya : daun belimbng besi (Averrlwa carambola L. Oxalidaceae), temu kunci (Bolsenbergia pandurata schb. Zingiberaceae) kelapa dibakar, jasun dan jangu. 

Bayi batuk dan serak. Sarana : akar bunga teleng putih (Klitoria ternatea L.) kemiri tunggal, garam uku, diremas-remas, diperas, dan disaring untuk tutuh.

Bayi sesak napas. Sarana : daun tapu jiwa, jatugraha 3 biji, hulu hatinya disembar. Sarana lain : daunanti, tales, kunir warangan, lada disembar. Bisa juga daun kayu teja, kulit canging (Ervthrina ovalifolia Roxb.) pada sebelah barat laut, akar sempol (Hedychium ceronarium Koen), akar manasuli, dimamah, diperas dan disaring, lalu diminum. Sarana lainnya : daun kalak (uvaria rufa BI.) yang kuning, daun nyungla, ketumbar, diperas, disaring lalu diminum. Kalau ada batuk-batuk, sarana : temu-jiwa, garam dada disembar. 

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP