Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Buka di Tengah Pasar, Kedai Kopi Pasar Hadirkan Menu Kekinian

06 Mei 2021, 18: 25: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Buka di Tengah Pasar, Kedai Kopi Pasar Hadirkan Menu Kekinian

Owner Kedai Kopi Pasar, I Made Airlangga Sandiadi (Agung Bayu/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Umumnya, pasar ditempati oleh para pedagang tradisional atau pedagang kebutuhan pokok sehari-hari. Mulai dari pedagang sayur-mayur, daging, buah-buahan, hingga pedagang alat keperluan persembahyangan. Namun, ada pemandangan yang sedikit berbeda di lantai dua Pasar Sanglah, Denpasar.

Di tengah-tengah hiruk-pikuk pedagang tersebut, berdiri satu kedai kopi kekinian yang bernama Kedai Kopi Pasar. Berdiri tahun 2020 lalu, kedai ini mengusung konsep coffee shop pada umumnya dengan mengunggulkan harga kaki lima tapi rasa bintang lama.

Salah satu owner Kedai Kopi Pasar, I Made Airlangga Sandiadi mengatakan, kedai ini dibuka bekerja sama dengan sang kakak. Awalnya, kios tersebut merupakan toko baju milik ibunya. “Kakak dari dulu memang besarnya di daerah Sanglah. Sebelum dibuka coffee shop, kios ini toko baju. Karena ibu mau pensiun di sini, jadi saya dengan kakak rembug mau buka usaha apa. Keluarlah ide buka coffee shop di pasar,” ujarnya saat didatangi ke lokasi, Kamis (6/5). 

Baca juga: Nekat Angkut Pemudik, Polres Jembrana 'Kandangkan' 4 Travel Bodong

Menurut laki-laki yang akrab disapa Angga ini, coffee shop selama ini hanya ada di pertokoan, di pusat perbelanjaan atau di wilayah perkantoran. Maka oleh mereka, dibuat sedikit berbeda. “Jadi orang-orang lebih tertarik saat mendengar coffee shop ada di pasar,” kata laki-laki kelahiran 1983 tersebut.

Selain mengedepankan rasa dan harga yang murah, nilai tambah dari kedai ini yakni bahan baku kopinya yang berasal langsung dari kebun kopi milik keluarganya sendiri. Kebun kopi tersebut berlokasi di tanah kelahirannya, Singaraja. Selama ini, diakuinya, hasil panen dari kebun kopinya mereka pasarkan ke pengepul. Dengan berdirinya kedai kopi ini, Angga ingin sekaligus dapat mengembangkan kebun kopinya.

Kedai kopi kekinian tersebut dibuka pada April 2020, tepat saat pandemi baru merebak. Kendati demikian, pihaknya optimis dan tetap membuka kedai tersebut. “Kami set up tempat ini pada 2019 sebelum pandemi. Februari sudah siap buka, tapi dari pemerintah sendiri ada PSBB. Jadi kami diskusikan lagi apakah akan dibuka atau tidak. Kemudian akhirnya dibuka, karena tidak mungkin dihentikan,” jelasnya yang juga berprofesi sebagai agent properti tersebut.

Kedai Kopi Pasar mulai buka dari pukul 09.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita atau sampai pengunjung terakhir pulang. Fasilitas yang disediakan seperti kedai kopi pada umumnya yakni WIFI dan AC. Sementara harga makanan mulai dari Rp 5 ribu sudah bisa mendapatan seporsi roti bakar dan minuman mulai dari Rp 6 ribu untuk secangkir kopi americano.

“Pengunjung yang ke sini ada banyak dari dokter yang bekerja di RSUP Sanglah, seperti para residennya, perawat, dan pegawai lainnya. Komunitas bola, ada dari bankers juga,” kata dia.

Sementara itu disinggung terkait omzet perbulannya, Angga menyebut, setidaknya dapat membiayai perawatan dan menggaji dua orang karyawannya. “Kalau dibilang semua bisnis untung, tidak juga. Terlebih saat ini tengah pandemi. Ada proses yang kami dapatkan. Sebulan kami bisa memperoleh omzet rata-rata Rp 20 juta (kotornya, Red),” ungkapnya.

Angga menampik saat ditanya apakah target pasarnya untuk masyarakat kelas ekonomi menengah ke atas. Dirinya mengaku tidak memasang target, mengingat lokasinya membuka usaha di tengah pasar. “Dilihat dari target pasarnya, untuk high class sih tidak. Karena di sini kami tawarkan harga standar, di bawah harga pasaran,” katanya. “Hanya saja yang datang ke sini kami tidak menyangka ternyata banyak dari level ke atas walaupun tempatnya di pasar. Sebenarnya kami tidak memetakan untuk segmen pasar kami karena ini di pasar. Pasar kan siapa saja bisa datang, tapi kami berusaha agar bisa diterima semua kalangan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Angga mengatakan, dirinya ada rencana untuk menjamah pasar lainnya. Namun, dia masih harus menyelesaikan beberapa hal terlebih dahulu. “Kemungkinan bisa (buka cabang di pasar lain, Red), tapi ada beberapa rencana yang mesti diprioritaskan dulu. Setelah itu baru akan kami pertimbangkan untuk membuka cabang di pasar lain. Jadi rencananya pasar tetap pasar,” tandasnya.(ika)

(bx/aim/man/JPR)

 TOP