Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Umbul Mantra, Menebar Vibrasi Kedamaian dari Pura Dalem Solo

Buka Puasa Bersama di Area Pura

10 Mei 2021, 08: 19: 36 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Umbul Mantra, Menebar Vibrasi Kedamaian dari Pura Dalem Solo

UMBUL MANTRA: Paguyuban Sedulur Nusantara Dewata (PSND) melaksanakan prosesi Umbul Mantra di Cagar Budaya Pura Dalem Solo, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (2/5) malam. (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS -Organisasi lintas agama, Paguyuban Sedulur Nusantara Dewata (PSND), melaksanakan prosesi Umbul Mantra atau doa bersama, dipimpin Ida Sri Bhagawan Rastra dari Griya Agung Panji Sakti Singaraja, Jumat (2/5) lalu.

Acara yang dilsaksanakan di Cagar Budaya Pura Dalem Solo, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung ini, sebagai wujud keprihatinan dan duka nendalam terhadap musibah yang menimpa negeri ini. Mulai dari

peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402 hingga aksi terorisme yang tak henti terjadi, juga ulah kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Baca juga: Bayern Munchen Kuasai Gelar Juara Liga Jerman Sembilan Musim Terakhir

Umbul Mantra, Menebar Vibrasi Kedamaian dari Pura Dalem Solo

PENJELASAN : Ketua PSND, PDT Eka Wiradarma (kanan) didampingi Humas Haryo Bagus Sujatmiko (kiri) menyampaikan penjelasan Umbul Mantra di Cagar Budaya Pura Dalem Solo, Sedang, Abiansemal, Badung. (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Humas PSND, Haryo Bagus Sujatmiko mengungkapkan keprihatinan pihaknya atas beberapa musibah yang menimpa Indonesia belakangan ini. “Kami melaksanakan Umbul Mantra atau doa bersama di Cagar Budaya Pura Dalem Solo ini, karena sungguh metada sangat prihatin karena para sejumlah putra terbaik bangsa gugur dalam tugas,” ungkapnya saat ditemui Bali Express (Jawa Pos Group) di lokasi.

Pemilihan Pura Dalem Solo sebagai tempat pelaksanaan Umbul Mantra, lanjut Haryo Bagus Sujatmiko, tak lain karena dari segi spiritual di Pura Dalem Solo ada vibrasi energi Nusantara.

“Solo atau Sala ini yang berarti dasar. Ketika kita semua masuk di sini, kita telah melepaskan semua identitas kita. Artinya kita kembali ke dasar, sebagai putra-putri Nusantara yang cinta akan damai, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan cinta persaudaraan,” paparnya.

Harapan dari kegiatan Umbul Mantra, agar keseimbangan Jagat Agung dan Jagat Alit kembali menjadi harmoni. “Karena kalau dilihat ini gonjang-ganjing. Banyak musibah, juga ada konflik di Papua, dimana putra-putra terbaik Bali juga gugur di sana. Kami merasa perlu untuk mendoakan beliau-beliau agar keseimbangan terjaga,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 20.30 Wita itu diikuti kurang lebih 30 peserta. Haryo memastikan penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Sebelum melaksanakan doa bersama, kegiatan diawali buka puasa bersama di area pura. Ada pula pengarahan dari Ketua PSND, PDT Eka Wiradarma yang juga Ketua Walubi Bali. 

“Paguyuban spiritual yang di dalamnya ada unsur lintas agama ini, juga bertujuan melestarikan budaya dan mempererat pasemetonan atau persaudaraan Nusantara,” tutur Haryo.

Awal dilaksanakan Umbul Mantra, terang Haryo, karena inisiatif Ketua PSND, PDT Eka Wiradarma. “Beliau menangkap adanya musibah dan kejadian-kejadian ini, dan merasa terenyuh. Nusantaraku kok seperti ini? Kemudian kita sepakat nyengkuyung, bersatu-padu bareng-bareng memanjatkan doa agar damai selalu,” jelasnya.

Dijelaskan pria yang berprofesi sebagai pengacara ini, pihaknya berangkat dari cagar budaya sebagai wujud komitmen PSND yang rasa persaudaraannya tidak terbatas pada agama. 

Pihaknya meletakkan budaya sebagai spirit persatuan sesama anak bangsa. “Inilah budaya kita, budaya Nusantara, dimana kita saling menghargai, tidak memandang suku, agama, ras, dan sebagainya. Hanya keikhlasan kita untuk mendoakan arwah para pahlawan tersebut. Semoga beliau-beliau mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

PSND pada kegiatan tersebut juga mengundang perwakilan dari padepokan lain, seperti Paguyuban Tirto Kahuripan, Paguyuban Wiswantoro, dan lainnya. Termasuk tokoh spiritual dari lintas sektor. 

“Peserta kegiatan mayoritas dari Bali. Tapi ada juga teman-teman seperti Tirto Kahuripan berasal dari Banyuwangi, datang ke sini. Dari Pasundan ada Padepokan Gagak Karancang. Kemudian dari Batak, pengayat kejawen, dan beberapa tokoh lainnya,” sebutnya. 

Usai kegiatan, Ketua PSND PDT Eka Wiradarma mengungkapkan sangat bangga, karena banyak paranormal dan multi etnis yang hadir dalam Umbul Mantra. Baik yang beragama Islam, Kristen, Buddha, maupun Hindu. “Jadi,

kami bekerja di bidang spiritual. Kalau dalam spiritual, kami membantu orang tidak pernah pamrih. Jadi pamrih itu nol bagi sedulur, bagi paguyuban. Kami tetap membantu orang atau siapapun yang ingin dibantu. Tidak ada imbalan atau pamrih,” terangnya.

Doa bersama akan dilanjutkan dalam jangka waktu 42 hari. Menurut rencana kegiatan akan dilaksanakan di perairan utara Bali, Kabupaten Buleleng. Mengenai teknis dan tempat, akan dikoordinasikan lagi.

(bx/adi/rin/JPR)

 TOP