Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
SESULUH

Sarasamuccaya (7) : Mencari Artha dan Kama Dialasi Dharma

10 Mei 2021, 12: 11: 19 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sarasamuccaya (7) : Mencari Artha dan Kama Dialasi Dharma

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kitab Sarasamuccaya yang membahas perihal kehidupan dan moral umat, melaui Catur Warga atau Catur Purusaartha (Artha, Kama, Dharma, dan Moksa, salah satu kitab penting bagi umat Hindu.

Buku Sarasamuccaya yang diterjemahkan oleh I Nyoman Kajeng Dkk ini, diserikan untuk menambah wawasan umat tentang agama Hindu.

Yo durlabhataram prapya manusyam lobhato narah, Dharmavamanta kamatma bhavet sakalavancitah. Hana pwa tumenung dadi wwang, wimukha ring dharmasadhana, jenek ring arthakama arah, lobhambeknya, ya ika kabancana ngaranya.

Baca juga: Refly Harun Jadi Saksi Ahli dalam Sidang Rizieq Shihab

Terjemahan : Bila ada yang beroleh kesempatan menjadi orang (manusia), ingkar akan pelaksanaan dharma, sebaliknya amat suka ia mengejar harta dan kepuasan nafsu serta berhati tamak, orang itu disebut kesasar, tersesat dari jalan yang benar. 

Manusyam mahadusprapysm tadidvilasitiopamam tallabdhya yadi samsarnnapakramati vancitah. Ikang manggih si dadi wwang, prasiddha wenang ring dharmasadhana, tatan entas sangke sangsara, kabancana ta ngaranika.

Terjemahan : Yang dapat menjelma menjadi orang (manusia), meskipun ia telah dapat memperdalam pelaksanaan dharma, namun tidak terlepas dari proses lahir dan mati, orang semacam itu, masih sengsaralah namanya.

 Urddhvabahurviraumyesa na ca kaccischrnoti me, dharmadarthaá¹£ca kamasca sa kimartham na sevyate.

Nihan mata kami mangke, manawai, manguwuh, mapitutur, ling mami, ikang artha, kama, malamaken dharma juga ngulaha, haywa palangpang lawan dharma mangkana ling mami, ndatan juga angrengo ri haturnyan eweh sang makolah dharmasadhana, apa kunang hetunya.

Terjemahan : Itulah sebabnya hamba, melambai-lambai, berseru-seru memberi ingat. “Dalam mencari artha dan kama itu hendaklah selalu dialasi dharma,  jangan sekali-kali bertindak bertentangan dengan dharma,” demikianlah kata hamba. Namun, tidak ada yang memperhatikannya. Oleh karena katanya, adalah sukar berbuat atau bertindak bersandarkan dharma, apa gerangan sebabnya?

(bx/adi/rin/JPR)

 TOP