Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
HUKUM

Cabuli Bocah, Pekerja Serabutan Terancam 15 Tahun Penjara

10 Mei 2021, 17: 52: 16 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Cabuli Bocah, Pekerja Serabutan Terancam 15 Tahun Penjara

PENCABULAN : Pelaku pencabulan, I Ketut Bina Setiarawan. (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Ancaman hukuman belasan tahun tengah membayangi I Ketut Bina Setiarawan, 39. Pekerja serabutan itu dipolisikan karena menyetubuhi bocah berusia tujuh tahun. 

Kini pria yang beralamat di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, itu harus menyandang status tersangka serta menjalani penyidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di bawah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tabanan. 

“Sejauh ini kasusnya masih dalam proses penyidikan di Unit PPA,” papar Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu Nyoman Subagia, Senin (10/5). Dari hasil pemeriksaan sementara, dijelaskan bahwa peristiwa persetubuhan itu terjadi Jumat (30/4) pagi.

Baca juga: Pelaku Pencabulan Dituntut 1 Tahun, Keluarga Korban Datangi Pengadilan

Aksi bejat ini dilaporkan oleh ibu dari korban. Tragisnya lagi, persetubuhan itu terjadi di tempat tinggal korban. “Semacam kos-kosan di sekitaran Kota Tabanan,” jelasnya lagi. 

Mengenai kronologisnya, Subagia secara singkat menjelaskan bahwa sebelum kejadian, tepatnya Kamis (29/4), sekitar pukul 20.30 Wita, pelaku berkunjung dan menginap di rumah korban. Keesokan harinya, Jumat (30/4) sekitar pukul 05.30 Wita, pelapor bangun tidur dan keluar rumah karena ada keperluan. 

Setibanya di rumah, pelapor kaget melihat pelaku sudah dalam satu kamar dengan korban. Selain itu, dia melihat pelaku hampir bugil. Hanya menggunakan celana dalam. Sedangkan korban terlihat menggunakan pakai dres merah kombinasi putih dan tidak memakai celana dalam. 

Selain itu, pelapor juga melihat alat kelamin pelaku dalam keadaan tegang diselimuti kamen milik pelapor dan korban. “Melihat peristiwa itu pelapor kemudian melaporkannya ke SPKT Polres Tabanan,” sambung Subagia. 

Kok bisa pelaku bisa menginap dalam satu kamar? “Kalau sepintas, dari laporannya, antara pelaku dan pelapor ini punya hubungan dekatlah. Sudah berapa tahun berhubungan, kami belum sejauh itu (bertanya),” jawabnya.

Saat ini, tersangka masih menjalani penyidikan. Sembari menunggu hasil visum et repertum untuk memperkuat laporan mengenai dugaan persetubuhan dengan bocah di bawah umur tersebut.

 “Saat ini yang bersangkutan, tersangka ini, masih menjalani pemeriksaan. Statusnya sudah tersangka berdasarkan barang bukti dan keterangan pelapor dan saksi-saksi. Kami masih menunggu hasil visum,” sebutnya. 

Adapun barang bukti yang diamankan dalam kasus ini, satu potong dres anak-anak kombinasi warna merah muda dan putih. Satu potong celana dalam putih bermotif garis-garis kuning. Satu potong celana bokser warna biru. 

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tabanan, AKP Aji Yoga Sekar enggan menyebutkan soal hubungan pelapor dengan pelaku. Bahwa, antara pelapor dan pelaku punya hubungan spesial alias pacaran.

“Saya tidak mengetahui. Tetapi pelapor (ibu korban) dan pelaku sudah saling mengenal sejak lama,” ujarnya saat dikonfirmasi secara terpisah. Selain itu, untuk sementara, pihak penyidik menerapkan Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak untuk ancaman hukuman bagi pelaku. “Maksimal 15 tahun (penjara),” pungkasnya. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP