Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali
HUKUM

5 Bulan Beraksi, Pemalsu Suket Tes Rapid Dibekuk Polres Jembrana

10 Mei 2021, 18: 22: 56 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

5 Bulan Beraksi, Pemalsu Suket Tes Rapid Dibekuk Polres Jembrana

RILIS : Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa (tengah) didampingi Kasatreskrim Polres Jembrana Iptu M Reza Pranata, saat press rilis di Mapolres Jembrana, Senin (10/5) sore. (Gede Riantory Warmadewa/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim, Red) Polres Jembrana berhasil mengungkap jaringan pelaku pemalsuan surat keterangan (suket) tes rapid antigen negatif. Pelaku yang berjumlah tiga orang ini, diamankan Minggu (9/5) dini hari di tiga lokasi terpisah.

“Kami amankan tiga orang pelaku pemalsuan suket tes rapid antigen negatif. Ketiganya memiliki peran yang berbeda-beda,” ujar Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, Senin (10/5) sore.

Mereka yang diamankan, lanjut Kapolres AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, yakni Adi Sujarwo,39, selaku sopir travel, Muhamad Khoirul Anam, 2, selaku pencari pembuat serta menjual suket palsu, dan Robi Hafid Hindawan,21, seorang pegawai Home Credit Finance yang berperan sebagai pembuat suket palsu.

Baca juga: Daging Sapi Stabil, Daging Ayam Broiler Turun H-2 Lebaran

Masih menurut Kapolres, pengungkapan kasus itu berawal dari kecurigaan petugas di pos sekat Cekik, Kelurahan Gilimanuk terhadap tujuh (7) lembar suket tes rapid antigen negatif yang ditunjukkan tersangka Adi Sujarwo saat diperiksa petugas, Minggu (9/5) sekitar pukul 01.00 Wita.

“Saat dilakukan interogasi, Adi Sujarwo mengakui bahwa suket palsu itu disiapkan untuk para penumpang,” terangnya.

Dari pengakuan Adi Sujarwo, suket palsu itu dibeli dari Muhamad Khoirul Anam alias Irul seharga Rp 50 ribu per lembarnya. Sebelum dibuatkan suket palsu, pihaknya terlebih dulu mengirimkan foto KTP dari masing-masing penumpang kepada Irul.

Berdasarkan informasi itu, Kapolres menambahkan, Tim Opsnal Polres Jembrana di hari yang sama kemudian bergerak dan berhasil mengamankan pelaku Irul sekitar pukul 05.00 Wita di wilayah Kuta, Denpasar. Selain itu, turut diamankan juga pelaku lainnya, Robi Hafid Hindawan selaku pembuat suket palsu. 

“Dari keterangan Robi, mengaku melakukan pemalsuan suket sejak lima bulan lalu,” imbuhnya.

Atas perbuatannya itu, ketiga pelaku dijerat pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP atau pasal 268 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. 

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP