Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Nasional
icon featured
Nasional
Gubernur Koster Ajak Dubes Minum Arak Bali

Menghangatkan, Vincent Piket Puji Aroma dan Enaknya Arak Bali 

10 Mei 2021, 20: 03: 02 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Menghangatkan, Vincent Piket Puji Aroma dan Enaknya Arak Bali 

ARAK : Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Duta Besar Negara Uni Eropa, Vincent Piket (kanan) mencicipi Arak Bali, Senin (10/5).  (Humas Pemprov Bali For Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Arak Bali makin dikenal dan dinilai pas untuk lidah orang Eropa. Hal itu dirasakan langsung Duta Besar (Dubes) Negara Uni Eropa, Vincent Piket, pasca dijamu sebagai tamu kehormatan Gubernur Bali Wayan Koster yang mengajaknya mencoba arak Bali satu sloki, di Jayasabha, Denpasar, Senin (10/5). 

"Arak Bali rasanya enak, aromanya bagus, dan menghangatkan, saya sangat senang sekali," ujar Duta Besar Negara Negara Uni Eropa, Vincent Piket, usai minum Arak Bali bersama Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini. 

Mendengar hal tersebut, Gubernur Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, menjelaskan bahwa Arak Bali merupakan minuman tradisional Bali yang bisa diminum dengan takaran satu sloki saja setiap hari. 

Baca juga: Petugas Isi Uang ATM Gasak Uang Rp 530 Juta dari ATM Bank BUMN

Dijelaskannya, Arak Bali memiliki khasiat, selain untuk Usada (obat tradisional Bali), juga memberikan manfaat untuk kehangatan tubuh, serta rasanya tidak kalah saing dengan minuman yang ada di dunia, seperti Sake dari Jepang dan Soju dari Korea. 

Oleh karena itu, semenjak dilantik menjadi Gubernur Bali, Wayan Koster memandang penting keberadaan minuman Arak Bali dengan memberikan pelindungan dan pemberdayaan dengan Peraturan Gubernur No 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

 "Kemudian pasca Pergub ini  disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri dan diundangkan pada 29 Januari 2020, Arak Bali kian menjadi terkenal dan diharapkan mampu mengangkat ekonomi masyarakat Bali yang berprofesi sebagai petani, sekaligus memproduksi minuman destilasi tersebut dalam wadah koperasi," ujar Wayan Koster. 

Pembeberan soal Arak Bali ini, dilakukannya di sela-sela pertemuan dengan Dubes Vincent Piket membahas penanganan Covid-19 di Bali, pencapaian program vaksinasi. Kemudian kesiapan membuka pariwisata mancanegara, membahas perkembangan ekonomi Bali, nasional dan global, serta transformasi perekonomian Bali.

Pada kesempatan tersebut  Gubernur Koster pun memberikan kenang-kenangan berupa Kain Tenun Endek Bali kepada Dubes Vincent Piket. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP