Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Merasa Didiskriminasi, Koptax Airport Ngurah Rai Datangi DPRD Bali

10 Mei 2021, 20: 11: 21 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Merasa Didiskriminasi, Koptax Airport Ngurah Rai Datangi DPRD Bali

Ketua Koptax Airport Ngurah Rai, I Kadek Ari Suchita  (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Koperasi Taxi (Koptax) Airport Ngurah Rai Bali mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Senin (10/5). Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan keluhan, karena merasa didiskriminasikan selama bekerjasama di bandara. 

Rombongan Koperasi Taxi (Koptax) Airport Ngurah Rai Bali  diterima langsung oleh Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama dan Ketua Komisi III, A.A. Ngurah Adhi Ardhana.

Ketua Koptax Airport Ngurah Rai, I Kadek Ari Suchita menjelaskan, permasalahan berawal dari sebagian besar dialami oleh anggotanya yang ngepos di bandara. 

Baca juga: Sedana Arta-Diar Komitmen Wujudkan Bangli Jadi Kebanggaan Masyarakat

“Ini terkait legalitas dan perjanjian ke manajemen. Kami diarahkan ke koperasi karyawan yang notabena tidak sejalan dengan koperasi taxi, itu hanya dijadikan batu loncatan. Jika suatu saat ada masalah akan dilepas begitu saja karena beda manajemen,” jelasnya.

Pria asal  Kabupaten Gianyar ini pun menyampaikan sudah 40 tahun melayani di bandara tidak ada masalah. Lantaran saat ini pihaknya merasakan diskriminasikan dan manajemen ada keinginan lain, sehingga ia pun mebgadu ke DPRD Bali. 

“Ketika ada pungutan dinaikkan mereka mendapatkan. Sedangkan ideal kontrak itu pasti dengan manajemennya, bukan dengan koperasi karyawan. Selain itu, di lapangan diskriminasi terlalu banyak, dan  ada hal yang melenceng. Misalnya banyak desa penyangga lain membuat transportasi  sendiri, mereka masuk dulu baru bikin koperasi, justru langsung masuk aman saja,” sesalnya.

Padahal pihaknya, lanjutnya, telah seusai dengan apa yang telah diatur oleh  Dinas Perhubungan. “Baik pengkajiannya dan legalnya. Bahkan satu-satunya kita paling legal dan yang lain belum tentu legal. Mendasar sekali masalah ini, kalau tidak diperjuangkan ya kami akan menjadi penonton di rumah sendiri. Sebab persyaratan, legalitas ada, izin mobil sesuai spek perhubungan, diklat-diklat sopir kami juga jalani. Kami merasa dianaktirikan. Justru ada kenaikan tagihan kami juga kena,” imbuh Suchita.

Dengan jumlah anggotanya yang total mencapai 1.600 dirasanya cukup membuat macet di jalan menuju bandara jika dilakukan demo. Hanya saja pihaknya tidak mau melakukan hal tersebut, lantaran efeknya akan membuat hal yang kurang bagus. “Dengan jumlah mobil segitu cukuplah buat macet sampai Nusa Dua, tapi kami tahan,” sambungnya.

Sementara Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama menanggapi kedatangan Koptax Ngurah Rai tersebut dengan mencari kebenarannya terlebih dulu. Ia juga menyampaikan akan mencari solusi yang terbaik dalam penanganan permasalahan yang ada. 

“Sekarang katanya tidak ada kejelasan, dan tagihannya diminta terus. Selaku DPR kami akan telusuri kebenarannya. Jangan sampai rakyat dilakukan seperti ini, kondisi sekarang untuk makan saja tidak bisa, ” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Wiryatama menambahkan akan segera memanggil instansi terkait dalam menyelesaikan masalah itu. “Mari kita duduk dengan baik-baik, jangan ada yang merasa kuat dan berkuasa. Gung Adhi (Ketua Komisi III, A.A. Ngurah Adhi Ardhana), sudah langsung tadi juga menerima dan akan berkoordinasi dengan perhubungan, mudah-mudahan ada solusi terbaik, dan kita duduk bersama cari solusi  terbaik,” tandasnya. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP