Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Konsep Gotong Royong, Tuan Rumah Porprov 2022 Disebar 

11 Mei 2021, 05: 15: 50 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Konsep Gotong Royong, Tuan Rumah Porprov 2022 Disebar 

Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Perhelatan Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Bali XVI/2022 dipastikan lanjut digelar, meski Badung yang sebelumnya ditetapkan sebagai tuan rumah mengurungkan niatnya. KONI Bali sendiri memutuskan bahwa Porprov Bali 2022 disebar ke seluruh kabupaten dan kota.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, I Ketut Suwandi, usai rapat pembahasan melibatkan seluruh KONI se-Bali di Ruang Rapat KONI Bali, Senin (10/5).

"Jadi ini tindak lanjut dari hasil audensi kami dengan bapak Gubernur 5 Mei lalu terkait Porprov Bali. Kami mohon petunjuk kepada terkait kepastian Porprov Bali," ungkap Suwandi.

Baca juga: Turis Ganggu Ketertiban, Ketua DPRD Bali Sepakat Tindak Tegas

Dari audensi tersebut, lanjut Suwandi, Gubernur Bali Wayan Koster  memberikan saran jika Porprov Bali 2022 diselenggarakan secara gotong royong. "Hal inipun disambut baik oleh seluruh KONI se-Bali. Pada prinsipnya, semua setuju Porprov Bali digelar secara gotong royong," tegas mantan Ketua KONI Badung ini. 

Namun, Suwandi memberikan catatan, selain konsep gotong royong itu, hal yang ditekankan pihaknya yakni tuan rumah Porprov Bali 2022 nanti akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada di masing-masing kabupaten/kota. 

Kemudian roh olahraga itu sendiri dengan menjunjung sportivitas dan berkompetisi meraih hasil terbaik harus tetap ditegakkan. 

"Secara teknis, nanti dihandle oleh KONI Bali. Venues akan disebar ke seluruh kabupaten/kota. Sehingga dari waktu lebih efisien. Dan juga dari beban tuan rumah akan jadi lebih ringan," tegasnya. 

Suwandi melihat juga dari sisi ekonomi, dengan disebarnya pertandingan di seluruh kabupaten/kota ada perputaran ekonomi, meski tidak begitu masif. "Namun tetap ada efeknya di tingkat bawah dan bisa menggeliatkan UMKM di masing-masing kabupaten/kota nantinya," tandas Suwandi. 

(bx/dip/rin/JPR)

 TOP