Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Bercerai Dinyatakan Sah di Menyali Bila Uang Kepeng Pecah 

11 Mei 2021, 10: 59: 07 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Bercerai Dinyatakan Sah di Menyali Bila Uang Kepeng Pecah 

TAPAL BATAS: Tapal batas Desa Menyali di Kecamatan Sawan, Buleleng. Kelian Desa Adat Menyali Jro Gede Carita. (istimewa)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Suami istri yang ingin bercerai di Desa Menyali, Buleleng, wajib ada sejumlah sarana atau banten yang digunakan dalam upacara yang dinamai Mesamsam. Diantaranya banten piuning dan sebelas keping uang kepeng. Sarana ini menjadi penanda yang sah jika Mesamsam dilaksanakan.

Kelian Desa Adat Menyali, Jro Gede Carita mengatakan, uang kepeng tersebut nantinya dipatahkan oleh pasangan yang bercerai. Kalau uang kepeng ini sudah dipatahkan, maka hubungan suami istri tidak akan menyambung kembali. 

Uang kepeng yang dibelah (dipecah) jadi dua menjadi tanda bukti yang dianggap sah atau dinyatakan sudah resmi berpisah. “Inilah yang berat. Karena ini risikonya tinggi secara niskala. Artinya tidak akan bisa menyambung hubungan suami istri lagi. Karena kekeramatannya inilah saya khawatir. Siapa tahu kadang setelah bercerai, mereka punya niat balik menjalin hubungan lagi,” ungkap Jro Gede Carita kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di Banjar Adat Taman Sari, Desa Menyali, Minggu (9/5).

Baca juga: Giliran 48 Desa Adat di Nusa Penida Tolak Sampradaya

Meski enggan menyebut apa dampak nisakalanya, Jero Carita menyebut, pihaknya pasti sudah mewanti-wanti pasangan yang bercerai untuk memikirkan secara matang keputusan Mesamsam yang akan diambil. Sebab, ada konsekuensi yang tak bisa dihindari.

“Sejak saya menjadi kelian adat, baru sekali menyaksikan langsung ada upacara Mesamsam,” ujar pensiunan guru SMK di Provinsi Lombok, yang baru menjabat kelian adat selama hampir 1,5 tahun ini.

Lalu, apakah ada kasus perceraian, tapi tidak melaksanakan upacara Mesamsam? Dikatakan Jero Carita, secara adat tidak boleh tidak menggelar upacara Mesamsam jika mau bercerai. 

Pertimbangannya, dahulu saat menikah pasangan suami istri ini juga sudah mapiuning. “Sehingga Mesamsam harus dilaksanakan. Sebab, setelah Mesamsam, pihak perempuan juga harus mapamit di Sanggah Dadia Purusa (suaminya). Sedangkan saat sampai di rumah bajangnya, dia juga harus nguningang, bahwa si perempuan sudah kembali,” pungkasnya. 

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP