Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Nusantara
icon featured
Nusantara

Petasan Meledak, Rusak Rumah dan Lukai Warga Tulungagung

11 Mei 2021, 11: 24: 10 WIB | editor : I Putu Suyatra

TERLUKA: Sejumlah warga terluka akibat ledakan petasan di salah satu rumah di Desa Sukorejo Wetan, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (10/5).

TERLUKA: Sejumlah warga terluka akibat ledakan petasan di salah satu rumah di Desa Sukorejo Wetan, Tulungagung, Jawa Timur, Senin (10/5). (ANTARA)

Share this      

TULUNGAGUNG, BALI EXPRESS-Ratusan petasan kertas tiba-tiba meledak di salah satu rumah di Desa Sukorejo Wetan, Tulungagung, Jawa Timur, Senin malam (10/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Akibatnya, sembilan pemuda yang merupakan pembuat petasan tersebut harus dilarikan ke RSUD dr Iskak. Para korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Belum ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut, namun lima orang di antaranya masih kritis dan belum sadarkan diri hingga Selasa pagi (11/5).

Salah seorang warga di Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung menyebut suara ledakan terdengar keras dan seperti bersahutan. Ledakan bahkan merusak rumah tempat pembuatan petasan itu. "Data korban masih kami inventarisir. Pagi ini olah TKP (tempat kejadian perkara) kami lakukan untuk mengetahui kronologi dan penyebab pasti ledakan," ungkap Kapolsek Rejotangan AKP Heri Purwanto.

Para korban kritis berdasarkan informasi mengalami luka bakar mencapai 50 persen, terutama di bagian paha, selangkangan, tangan serta wajah. Kasi Humas RSUD dr Iskak Tulungagung Moch Rifai mengungkapkan kondisi pasien sangat buruk sehingga harus mendapat tindakan di ruang red zone IGD.

Baca juga: Bercerai Dinyatakan Sah di Menyali Bila Uang Kepeng Pecah 

Salah satu korban yang masih sadarkan diri menunggu perawatan lanjutan di IGD RSUD dr Iskak, MZA, mengungkapkan insiden terjadi saat mereka melakukan tahap akhir pembuatan petasan Idul Fitri. "Ada satu petasan yang meledak saat dilakukan penutupan sumbu dan menyambar ratusan buah petasan lainnya yang sedang kami rakit," tutur MZA yang mengalami luka di bagian wajah, tangan dan di beberapa bagian tubuh.

MZA sedikit lebih beruntung dibanding lima rekannya yang masih kritis dan dirawat di red zone IGD. Luka bakarnya tidak terlalu serius. Ia berada di radius sekitar tiga meter dari pusat ledakan sehingga terhindar dari kefatalan. "Ada banyak yang terlibat dalam pembuatan petasan ini. Semua ikut buat, namun yang paling parah ya yang ada di titik pusat ledakan tadi," tuturnya.

Diterangkan, total ada 305 buah petasan yang dibuat. Ukurannya bervariasi, mulai seukuran pipa PVC satu dim, hingga lingkar pipa 4 dim. Petasan-perasan besar itu telah dibuat sejak awal puasa. Rencananya, akan diledakkan pada malam di akhir Ramadhan dan pada pagi hari setelah shalat Ied, hari pertama Lebaran. "Sebagian sudah ada yang kami ujicoba ledakkan, dan sisanya ada 205 buah yang tadi malam kami isi bubuk petasan dan dilakukan penutupan lubang di bagian pangkal sumbu," katanya.



(bx/adi/yes/JPR)

 TOP