Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Sex Dini Picu Kanker Serviks

07 Juni 2021, 19: 21: 19 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sex Dini Picu Kanker Serviks

Dokter spesialis obsteri dan ginekologi, dr Chandranita Manuaba, SpOG (K) MM., (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS- Selama satu dekade ini, kanker serviks menjadi salah satu penyebab kematian pada kaum perempuan. Bahkan di tahun 2021, kanker serviks menjadi penyebab kematian kaum perempuan nomor satu di Indonesia. Lantas apa penyebab kanker serviks dan bisakan kanker ini dicegah?

Dokter spesialis obsteri dan ginekologi, dr Chandranita Manuaba, SpOG (K) MM., mengatakan kanker serviks atau leher rahim disebabkan oleh Virus Human Papilloma Virus (HPV).  "Virus ini mudah ditularkan, namun mayoritas terinfeksi melalui hubungan seksual. Selain menyebabkan kanker serviks, HPV juga menyebabkan kutil kelamin, kanker vagina, dan kanker vulva," jelasnya.

Apakah sex dini bisa menyebabkan kanker serviks? dr. Ita mengakui, hubungan seksual sebelum berusia 19 tahun akan meningkatkan risiko infeksi HPV. Karena disebutkan dr. Ita, di usia tersebut leher rahim belum matang. Selain itu, selaput dara juga bisa menahan infeksi virus lewat hubungan seksual.

Baca juga: Terungkap, Bayi Tanpa Tangan di Buleleng Dibuang Ibu Kandung

Walau bisa ditularkan lewat hubungan seks, namun HPV juga bisa menular melalui beragam cara, misalnya saja tangan yang terkontaminasi virus atau kontak kulit. Perjalanan penyakitnya sampai menjadi kanker minimal 8 tahun."Jadi tidak sepenuhnya benar jika kanker serviks disebabkan karena seks bebas, memang seks bebas dapat meningkatkan risiko," paparnya.

Kanker ini dijelaskan dr. Ita menjadi penyakit yang mematikan bagi kaum wanita karena jenis kanker ini tidak menunjukan gejala, sehungga pasien yang datang biasanya sudah ada pada stadium lanjut sehingga kemungkinan untuk diselamatkan sangat kecil.

Penyakit ini dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV sejak usia 10 tahun atau pemeriksaan IVA dan pap smear di rumah sakit atau puskesmas. Tetapi, diakui dr. Ita, mayoritas wanita malas melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker serviks.

Vaksinasi melindungi lebih dari 90 persen kanker serviks. Vaksin ini juga dapat mencegah kanker yang juga disebabkan HPV seperti kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker mulut, kanker lidah, dan kanker tenggorokan. Biayanya untuk vaksin itu sudah tentu lebih murah ketimbang mengobati.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP