Sabtu, 24 Jul 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Menkop Teten Sebut Bali Harus Bangkit Mengunjungi Dunia

08 Juni 2021, 20: 56: 03 WIB | editor : Nyoman Suarna

Menkop Teten Sebut Bali Harus Bangkit Mengunjungi Dunia

SILAHTURAHMI: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia, Teten Masduki, bersama undangan lainnya dalam acara silahturahmi dan diskusi Menteri Koperasi dan UKM RI dengan GIPI/Bali Tourism Board di Gedung Bali Tourism Board, Sel (Rika Riyanti/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam masa survival, Bali harus mengubah mindsetnya. Salah satunya cara yakni dengan mempertajam pemahaman tentang digitalisasi agar bisa bersaing di pasar internasional. Demikian yang disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia, Teten Masduki.

“Bali harus mengubah mindsetnya. Bukan lagi Bali dikunjungi dunia, tapi Bali mengunjungi dunia. Jadi di sini digitalisasi menjadi penting. Banyak produk kreatif, komoditi, dan lainnya yang bisa go global,” ujar Teten Masduki saat acara silahturahmi dan diskusi Menteri Koperasi dan UKM RI dengan GIPI/Bali Tourism Board di Gedung Bali Tourism Board, Selasa (8/6).

Di sisi lain, menurutnya, pembelajaran dari pandemi ini Bali harus melakukan transformasi, sehingga tidak semata-mata hanya mengandalkan pariwisata. Melainkan mulai mengembangkan industri berbasis lainnya seperti bahan baku kelautan, komoditi-komoditi unggul seperti cokelat, kopi, buah tropic, herbal, dan lain-lain.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Bali, Menkop UKM Sebutkan Ada Tiga Fase

“Termasuk juga Bali bisa mengembangkan jasa konsultan arsitek, konsultan pariwisata, spa, dan lain sebagainya. Intinya, SDM-nya harus dibangun dan modal bisnisnya,” kata dia.

Bali pada fase survival ini, mesti mulai memikirkan cara bagaimana agar tetap mendatangkan turis dengan meyakinkan turis bahwa Bali aman. Baik dari segi fasilitas kesehatan, protokol kesehatan di restoran, hotel, bandara, hingga ke makanannya yang harus bebas dari virus.

“Saya kira itu bisa dijual, karena kita tidak bisa menunggu Covid-19 tidak ada. Itu hampir mustahil. Kita harus sudah mulai berdampingan dengan virus dan menganggap virus menjadi hal biasa atau seperti virus flu, TBC, begitu. Apalagi sekarang vaksinasi di Bali sudah sampai 40 persen lebih. Jadi kalau sampai 70 persen saya kira sudah aman,” paparnya.

Sementara itu, disinggung terkait program Work From Bali, Teten Masduki berkomentar, Bali betul-betul terkontraksi paling tajam. Sehingga WFB diharapkan dapat membantu menghidupkan perekonomian Bali. “Tapi memang yang dibutuhkan juga ada kebijakan fiskal khusus Bali, karena memang Bali betul-betul terkontraksi paling tajam,” katanya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP