Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Features
icon featured
Features

Gangguan Kejiwaan Bisa Terlihat Sejak Usia Dini

08 Juni 2021, 21: 10: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gangguan Kejiwaan Bisa Terlihat Sejak Usia Dini

Dokter ahli kesehatan jiwa, dr. Putu Asih primatanti, SpKJ (istimewa)

Share this      

DENPASAR-BALI EXPRESS- Meskipun masalah gangguan jiwa pada umumnya dialami seseorang ketika sudah dewasa, namun gangguan kesehatan jiwa ternyata bisa dideteksi ketika seseorang masih anak-anak, bahkan sudah bisa dilihat sejak bayi. Seperti apa?

Dokter ahli kesehatan jiwa, dr. Putu Asih primatanti, SpKJ mengatakan identifikasi kesehatan jiwa anak bisa diliat sejak usia dini, salah satunya dapat dilihat dari pola tidur yang kurang tepat dan suasana hati yang sering berubah. "Misalnya anak yang sering sekali menangis sejak masih bayi, tidur yang tidak nyaman hingga kegelisahan yang meningkat seiring umurnya bertambah," jelasnya.

Meskipun bayi tidak banyak bergerak, namun dr. Asih mengakui identifikasi gangguan jiwa pada anak bukanlah hal yang mudah. Karena anak berbeda dari orang dewasa, dalam hal perubahan fisik, mental, dan emosional dari perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi secara alami. 

Baca juga: Merasa Dianaktirikan, PAWIBA Datangi DPRD Bali

Untuk mengetahui seorang anak mengidap gangguan jiwa atau tidak, dr. Asih mengatakan ada beberapa prilaku anak balita yang perlu diwaspadai sebagai gejala awal gangguan jiwa pada anak, anak menjadi pemarah, tantrum, cengeng, sering mengompol, sering mimpi buruk, sulit belajar, gangguan berkomunikasi, muncul tanda keterbelakangan mental, hingga dileksia atau kesulitan membaca pada usia belajar.

Jika sudah ada tanda seperti ini, dr. Asih berharap orang tua harus mulai peduli dengan kondisi anaknya. "Karena pada beberapa kasus, orang tua sering tidak menyadari jika gejaa tersebut adalah tanda awal gangguan kesehatan jiwa pada anak, sehingga baru membawa anak terapi setelah menunjukkan perilaku atau gejala yang mengganggu, misalnya, membanting benda, lebih mudah marah, hingga ringan tangan," lanjutnya.

Terkait gangguan jiwa ini, dr. Asih mengatakan ada beberapa jenis gangguan jiwa yang bisa menyerang anak, seperti gangguan kecemasan, gangguan prilaku biasanya anak dengan gangguan ini, lebih anak tersebut menjadi anak nakal.Selanjutnya ada juga gangguan efektif, yang berkaitan dengan suasana hati. 

Gangguan ini melibatkan perasaan sedih berkelanjutan atau suasana hati yang berubah dengan cepat. Ini termasuk depresi dan bipolar. Diagnosis yang lebih baru disebut gangguan disregulasi suasana hati, kondisi masa anak-anak dan remaja yang melibatkan iritabilitas kronis atau persisten dan sering menunjukkan kemarahan yang meledak-ledak. "Tanpa adanya perawatan, banyak gangguan mental berlanjut hingga dewasa dan menyebabkan masalah di semua aspek kehidupan," tambahnya.

(bx/gek/man/JPR)

 TOP