Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Komisi III DPRD Jembrana Pastikan Relokasi TPA Peh Aman

08 Juni 2021, 22: 03: 20 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Komisi III DPRD Jembrana Pastikan Relokasi TPA Peh Aman

TPA : Komisi III DPRD Jembrana  sidak TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Selasa (8/6). (Gede Riantory Warmadewa/Bali Express)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Anggota Komisi III DPRD Jembrana melakukan kunjungan ke tempat pembuangan akhir (TPA) Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Selasa (8/6). Tujuannya untuk memastikan rencana relokasi atau pemindahan sampah yang menggunung di TPA Peh aman bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dalam kunjungan yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Jembrana, I Dewa Putu Mertayasa, selain mengecek kondisi tumpukan sampah di TPA Peh yang menggunung itu, mereka juga mengunjungi lokasi lahan bekas galian C milik warga seluas 10 are. Lokasi itu rencananya akan digunakan sebagai tempat relokasi sampah.

“Ini sama-sama diuntungkan. Pemkab bisa mendapatkan solusi penanganan sampah yang sudah menggunung di TPA Peh, dan  lahan warga yang merupakan bekas galian C cukup dalam bisa tertutupi kembali,” ujar Ketua Komisi III DPRD Jembrana, I Dewa Putu Mertayasa yang akrab disapa Dewa Abri.

Baca juga: Divonis 4,6 Tahun, Oknum Sulinggih Banding 

Kepada warga pemilik lahan loksi rencana relokasi sampah TPA Peh, Dewa Abri menyampaikan terimakasih karena sudah mengizinkan lahannya dijadikan tempat relokasi sampah dari TPA Peh. Sejatinya di lahan galian C  itu, luasnya mencapai satu hektare. Namun, karena sebagian pemiliknya tidak ada di Jembrana, sehingga perlu koordinasi lebih jauh.

Dewa Abri juga mengharapkan agar Dinas Lingkungan Hidup memaksimalkan lagi sosialisasi kepada masyarakat di sekitar relokasi. Karena upaya pemindahan tumpukan sampah yang sudah lama itu merupakan salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah di TPA Peh. 

Masyarakat di sekitar lokasi, lanjutnya, memang harus diberikan jaminan keamanan akan dampak relokasi sampah. 

"Kami mengharapkan agar sosialisasi lebih dimaksimalkan lagi sehingga masyarakat paham akan kepentingan pemkab dalam penanganan sampah. Apalagi masalah sampah tidak hanya menjadi masalah pemerintah namun juga rumah tangga,” paparnya.

Sementara itu, Kadis LHKP I Wayan Sudiarta mengatakan sebelumnya memang masih ada keraguan dari masyarakat terhadap teknologi yang diterapkan. "Jadi ini bukan sampah baru, yang kami relokasi ke lokasi bekas galian C merupakan sampah yang lama dan menggunung di TPA Peh. Ini tujuannya agar usia TPA bisa lebih lama. Dan tumpukannya berkurang. Demikian juga tidak ada TPA baru," jelasnya.

Dengan sistem timbun sampah (sanitary landfill) bisa mengurangi 80 persen sampah. "Terhadap keraguan warga, kami menjamin ini aman bagi lingkungan. Karena kami sudah lakukan kajian dan akan lakukan tes air. Kami harus bisa membuktikan ini benar-benar aman bagi generasi mendatang," pungkasnya. 

(bx/tor/rin/JPR)

 TOP