Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Nasabah Tak Bisa Tarik Uang, LPD Bedulu Tempel Pengumuman Tutup Kas

09 Juni 2021, 16: 55: 29 WIB | editor : Nyoman Suarna

Nasabah Tak Bisa Tarik Uang, LPD Bedulu Tempel Pengumuman Tutup Kas

TUTUP KAS : Suasana didepan Kantor LPD Bedulu, Rabu (9/6). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Ratusan nasabah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Bedulu disebut-sebut tak bisa menarik uang tabungan sejak dua bulan yang lalu. Diduga LPD yang berlokasi di Jalan Raya Goa Gajah itu bangkrut.

Informasi di lapangan menyebutkan bahwa tak sedikit nasabah LPD Bedulu yang mengeluh lantaran tidak bisa menarik tabungan. Padahal nasabah sangat membutuhkan dana tersebut untuk keperluan sehari-hari ditengah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian merosot. Ada juga yang membutuhkan dana untuk keperluan pendidikan yakni membayar uang sekolah anak-anaknya. Namun nasabah tidak bisa menarik tabungan dan membuat nasabah kecewa. Kekecewaan tersebut pun terpantau diluapkan melalui media sosial Facebook.

Salah seorang nasabah menyebutkan jika ia sejatinya ingin menarik tabungan di LPD Bedulu sejak 2 bulan yang lalu. Namun ketika itu ia tidak bisa langsung mendapatkan uang tabungannya lantaran harus menunggu dan masuk antrian. "Waktu itu saya dapat antrian bulan Juni, sekarang sudah bulan Juli belum juga cair. Katanya tidak ada uang," ujar nasabah yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Baca juga: Puluhan Laptop Hilang, Sekolah Diminta Perketat Pengawasan

Dan karena tidak ada uang, maka dirinya diminta untuk menunggu lagi hingga bulan Januari nanti. Padahal ia sangat membutuhkan uang tabungannya untuk keperluan sekolah anaknya dan kebutuhan sehari-hari. 

Sementara itu Rabu (9/6) LPD Bedulu terpantau tetap melayani nasabah alias buka. Namun mereka tidak melayani penarikan uang karena tidak ada kas. Sejumlah pengumuman pun tertempel di depan LPD. Diantaranya pengumuman untuk nasabah yang ingin menarik tabungan dilakukan secara bergilir. Kemudian situasi LPD juga tertuang dalam surat yang ditempel pihak LPD. Ada dua surat permakluman yang ditempel. Surat pertama, berisi lima poin. Diantaranya, pembatasan penarikan kas; penarikan jatuh tempo saat jatuh tempo; konfirmasi penarikan atau perpanjangan deposito dilakukan 7 hari sebelum jatuh tempo; konfirmasi apapun, saat jam kerja; selama pandemi, pembayaran deposito dilakukan lewat tabungan. 

Kemudian, dalam surat permakluman terbaru, yang tertanggak 9 Juni 2021. Tertulis huruf kapital, Tutup Kas. Ada tiga poin dalam surat baru itu. Yakni, Kredit; Sipanca; dan Tabungan tetap dilayani.

Karena tidak bisa melayani penarikan uang, sejumlah nasabah yang datang ke kantor LPD Bedulu pun nampak kecewa. Seperti halnya yang dialami oleh salah seorang nasabah yang merupakan perempuan berusia sekitar 40 tahun yang enggan disebutkan namanya. 

Ia menuturkan bahwa kedatangannya ke LPD Bedulu adalah untuk menarik bunga deposito. Hanya saja karena tidak ada kas maka dirinya tidak bisa menarik bunga deposito tersebut. Nasabah tersebut memiliki deposito Rp 100 Juta. "Sekarang kasnya belum ada, padahal saya dapat jadwal penarikan sekarang," ujar nasabah tersebut sambil terburu-buru meninggalkan LPD.

Terkait kondisi tersebut Ketua LPD Bedulu, Anak Agung Gde Adi Parwata, yang dikonfirmasi via telepon mengatakan bahwa sedang menarik angsuran kredit. "Hari ini masuk agak siangan makanya saya tutup kas. Nanti saat saya sudah di kantor lagi kita lakukan pembayaran. Likuiditas saja," dalihnya.

Kendatipun demikian dirinya mengaku jika situasi di LPD Bedulu dalam keadaan normal. Hanya saja penarikan oleh nasabah dilakukan terjadwal. "Memang ada pembatasan selama pandemi untuk menarik tabungan. Karena di masa pandemi Covid-19 bunga kredit yang masuk seret. Jadi kami mengkondisikan sesuai kas yang ada," tandasnya. 

(bx/ras/man/JPR)

 TOP