Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Internasional
icon featured
Internasional

Auckland, Kota Paling Layak Huni, Wina Terlempar dari 10 Besar

09 Juni 2021, 18: 06: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Auckland, Kota Paling Layak Huni, Wina Terlempar dari 10 Besar

PALING LAYAK HUNI: Pemandangan Kota Auckland, Selandia Baru --tuan rumah APEC 2021. (antara)

Share this      

WINA, BALI EXPRESS - Kota Wina, ibukota Austria, tidak lagi menjadi kota paling layak huni. Padahal kota ini memimpin daftar tersebut sejak 2018 dan selama bertahun-tahun bersaing ketan dengan Melbourne dari survey 140 pusat perkotaan di dunia. Lalu kota mana yang paling layak huni sekarang?  

Peringkat tahunan Economist Intelligence Unit (EIU) tentang kota-kota paling layak huni saat ini dipimpin oleh Auckland menggeser Wina. Ini diduga akibat dampak dari pandemic Covid-19.

Wina bahkan kini terlempar dari 10 besar saat negara-negara kepulauan Selandia Baru, Australia, dan Jepang mencapai kinerja terbaik. Ibu kota Austria itu sebelumnya memimpin dalam daftar tersebut sejak 2018 dan selama bertahun-tahun bersaing ketat dengan Melbourne di puncak survei 140 pusat-pusat perkotaan.

Baca juga: Luar Biasa, Ibu di Afsel Lahirkan 10 Bayi Kembar

Pemberantasan Covid-19 Selandia Baru di dalam wilayah perbatasannya melalui tindakan penguncian yang dibantu oleh isolasi geografisnya, bagaimanapun, memberi kota-kotanya sokongan besar.

"Penguncian ketat Selandia Baru memungkinkan masyarakat mereka untuk buka kembali dan memungkinkan warga kota seperti Auckland dan Wellington untuk menikmati gaya hidup yang mirip dengan kehidupan prapandemi," kata EIU dalam pernyataan.

EIU umumnya tidak memublikasikan peringkat penuh.  Auckland terakhir kali berada di 10 besar pada 2017, ketika berada di urutan kedelapan, posisi yang ditempati bersama Melbourne dan Jenewa tahun ini. Wina jatuh ke urutan ke-12.

Menggambarkan keunggulan Selandia Baru tahun ini, Wellington juga masuk 10 besar. Kota itu berada di urutan keempat di belakang Osaka, yang naik dua tingkat ke tempat kedua, dan Adelaide, yang melompati kota-kota senegaranya --Sydney dan Melbourne-- ke tempat ketiga dari 10 posisi.

Peringkat mutakhir adalah dari 2019 karena tahun lalu dibatalkan. "Pandemi Covid-19 telah berdampak besar pada kelayakan hidup global," kata EIU.

"Kota-kota di seluruh dunia sekarang jauh lebih tidak layak huni daripada sebelum pandemi merebak, dan kami telah melihat bahwa wilayah seperti Eropa telah sangat terpukul."

Uni Eropa berjuang untuk memulai gerakan vaksinasi dan banyak negara anggota, termasuk Austria, yang memberlakukan penguncian lebih ketat daripada yang mereka harapkan, memerosotkan skor kota mereka dalam ukuran 'budaya dan lingkungan'. Empat kategori lain yang dinilai adalah stabilitas, perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. (antara)

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP