Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Nasional
icon featured
Nasional
Adukan Gubernur Bali dan MDA

Lapor Komnas HAM, ISKCON Bunuh Diri, MDA Bakal Bongkar Tuntas

09 Juni 2021, 18: 24: 03 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Lapor Komnas HAM, ISKCON Bunuh Diri, MDA Bakal Bongkar Tuntas

Ketua Umum Gerakan Kearifan Hindu se- Nusantara, Komang Priambada. (Putu Agus Adegrantika/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Langkah International Society for Krishna Consciousness (ISKCON), atau yang dikenal sebagai perkumpulan Hare Krishna melaporkan Gubernur Bali dan lemabaga adat ke Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), dianggap sebagai langkah bunuh diri. Hal itu disampaikan, Ketua Umum Gerakan Kearifan Hindu se- Nusantara, Komang Priambada.

Komang Priambada menjelaskan, keberadaan Hare Krisna telah menganggu masyarakat Bali.  Terlebih ia menyebutkan sebagai aliran sesat yang sudah jelas dilarang di Indonesia. 

"Sebagai sebuah aliran sesat yang telah dilarang di Indonesia, justru keberadaan Hare Krishna dengan berbagai kegiatan dan ashram mereka telah sangat menganggu masyarakat Bali.  Tidak hanya di Bali, namun di seluruh Nusantara," paparnya, Rabu (9/6). 

Baca juga: Seorang Apoteker Dipenjara Tiga Tahun Akibat Rusak Vaksin Covid-19

Ditambahkannya, ajaran sesat tersebut dapat berkembang, lantaran adanya pengayoman yang diberikan dari PHDI Pusat dan pembiaran. "Ajaran sesat ini, memang bisa berkembang dikarenakan adanya pengayoman yang diberikan PHDI Pusat dan pembiaran yang terjadi selama 30 tahun," sambungnya. 

Priambada menegaskan, jika pelaporan ISKCON ke Komnas HAM sangatlah bagus. "Pelaporan ini bagus, karena akan membuka sendiri kesesatan mereka. Masyarakat Hindu Bali, akan segera mengambil langkah pelaporan kepada polisi sebagai akibat dari gangguan atas kenyamanan wawidangan desa adat," tegas dia. 

Disinggung bagaimana dengan pelaporan gubernur dan lembaga adat? Ia  menyampaikan semua memiliki hak untuk melaporkan kemanapun mereka mau. "Esensinya adalah bahwa Gubernur dan Majelis Desa Adat (MDA) Bali, ingin menjaga tradisi, adat dan budaya Bali dari rongrongan aliran transnasional yang sangat membahayakan NKRI," ujarnya. 

Sementara Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, pihaknya akan menjelaskan secara tuntas ke Komnas HAM. Sebab, menurutnya, ISKCON pasti menginformasikan sepotong -sepotong saja.

"Keinginan dan prilaku mereka yang sangat tercela pasti tidak diinfokan. Agama Hindu Nusantara, termasuk Hindu Bali (Hindu Dresta Bali) yang ingin mereka korbankan atau ganti. ISKCON lah yang sebenarnya melanggar HAM, melanggar pasal 29 UUD 1945, Satyam Eva Jayate," tegas Ida Panglingsir. 

Ketua International Society of Krishna Consciousness (ISKCON) Indonesia atau Gerakan Hare Krishna, Dewa Darmayasa, didampingi jajaran pengurus melaporkan tindakan persekusi terhadap mereka kepada Komnas HAM di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa, 8 Juni 2021. 

ISKCON Indonesia melaporkan Gubernur Bali I Wayan Koster dan sejumlah pihak serta lembaga adat (MDA) kepada Komnas HAM karena dinilai bertanggung jawab atas tindakan pelanggaran HAM berupa pelarangan dan pembatasan kegiatan keagamaan mereka di Bali. 

(bx/ade/rin/JPR)

 TOP