Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Komisi I DPRD Tabanan Minta Lahan Pertanian Pangan Jangan Diubah

Pastikan LP2B Tetap 18,5 Persen

09 Juni 2021, 18: 46: 58 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Komisi I DPRD Tabanan Minta Lahan Pertanian Pangan Jangan Diubah

Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi (Chaerul Amri/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Pembahasan mengenai revisi atau perubahan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (Perda RTRW) Tabanan belum lagi dimulai.

Namun, DPRD Tabanan melalui Komisi I sudah memastikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tidak boleh diutak-atik. Luasnya harus tetap sama, yakni minimal 18,5 persen.

Seperti ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi. Sekalipun kondisi lapangan telah banyak mengalami perubahan peruntukan lahan, luas LP2B akan tetap dipertahankan.

Baca juga: MA Perberat Hukuman Pelaku Pencabulan Anak Panti Asuhan

“Kami pastikan dalam revisi (Perda RTRW) nanti tetap mempertahankan LP2B minimal 18,5 persen,” ujar Putu Eka, Rabu (9/6). Pihaknya berharap, draf revisi yang nantinya diajukan untuk dibahas mengatur secara tegas soal peruntukan sebuah kawasan.

Ini dikarenakan banyak lahan yang sebelumnya  areal pertanian sudah beralih. Bahkan sudah ada yang diisi dengan bangunan. Sehingga di sekitarnya bisa memperoleh izin.

“Ketika lahan sudah diaspek, peluang perubahan peruntukan dari kawasan pertanian berhak dibangun dan mendapatkan izin," ungkapnya.

Itu sebabnya, belum lama ini Komisi I melakukan rapat kerja dengan Badan Pertanahan Negara (BPN). Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah awal sebelum pembahasan perubahan RTRW berjalan.

Sejauh ini, pihaknya di DPRD masih menunggu draf perubahan yang diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan selaku eksekutif.

Sejauh ini, draf tersebut belum disodorkan karena informasinya masih dikonsultasikan. Baik ke tingkat pusat maupun provinsi. 

(bx/hai/rin/JPR)

 TOP