Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Dalami Pengadaan Masker, Empat Rekanan Diperiksa

09 Juni 2021, 19: 22: 55 WIB | editor : Nyoman Suarna

Dalami Pengadaan Masker, Empat Rekanan Diperiksa

Kasi Intelijen Kejari Karangasem I Dewa Gede Semaraputra (DOK.BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS- Kasus dugaan korupsi pengadaan masker scuba Dinas Sosial Karangasem terus diperdalam. Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem akhirnya memanggil empat rekanan Dinas Sosial sebagai saksi dalam proyek pengadaan masker senilai Rp 2,9 miliar itu, Rabu (9/6).

Dua perusahaan di antaranya adalah perusahaan konveksi yang ditunjuk memproduksi masker. Dua perusahaan lagi dipakai Dinsos Karangasem sebagai perusahaan pembanding harga masker di pasaran. Hasil sementara pemeriksaan, tim penyidik mulai membuka adanya proses negosiasi harga antara Dinsos Karangasem dengan rekanan.

Kasi Intelijen Kejari Karangasem I Dewa Gede Semara Putra menegaskan, empat perusahaan yang sama-sama bergerak di bidang konveksi itu memiliki peran yang berbeda dalam proyek Dinas Sosial. Seperti dua perusahaan yang ditunjuk sebagai pembanding. Rupanya Dinas Sosial Karangasem saat itu menunjuk dua perusahaan untuk memberikan gambaran mengenai harga masker berbahan kain maupun scuba di pasaran.

Baca juga: 12 Juni PKB XLIII Akan Dibuka Presiden Secara Virtual

Dua perusahaan itu, jelas Dewa Semara, mengajukan nilai berbeda. Satu perusahaan menyatakan harga masker bisa dihargai Rp 8.000 per pcs, satu perusahaan lagi memberikan harga Rp 16.000 per pcs. Meski begitu, perusahaan tersebut tidak menjelaskan secara rinci bagaimana spesifikasi masker yang akan dibuat dengan nilai yang ditawarkan. “Jadi dua perusahaan pembanding sudah diperiksa sejak pagi sampai pukul 12.00. Dua perusahaan ini hanya sebatas memberikan harga pembanding,” ujar Dewa Semara Putra.  

Sementara itu, pemeriksaan intensif dilakukan terhadap dua perusahaan konveksi yang akhirnya ditunjuk Dinas Sosial memproduksi masker. Pemeriksaan berlangsung lebih lama, sampai pukul 16.00. Dalam keterangannya, dua perusahaan yang berbasis di Kota Amlapura, Karangasem itu mampu memberikan harga lebih murah daripada nilai yang ditunjukkan dua perusahaan pembanding sebelumnya.

Dalam proses negosiasi itu, akhirnya diperoleh harga sekitar Rp 5.000 per masker yang juga disepakati dua perusahaan. Pekerjaan dibagi dua. Satu perusahaan mengerjakan 300.000 masker. Satu perusahaan lagi mengerjakan 212.797 masker. Sehingga total yang dikerjakan sebanyak 512.797 masker. “Prosesnya penunjukan langsung, tidak melalui proses tender,” ucapnya.

Jaksa asal Bangli ini menegaskan, tim penyidik masih perlu melakukan pendalaman terhadap dua rekanan tersebut. Soal ada potensi kerugian negara, Dewa Semara Putra menegaskan, perlu dilakukan evaluasi terhadap keterangan beberapa saksi untuk mengatahui ada atau tidaknya potensi kerugian atau cacat prosedur. Termasuk pencocokan dokumen barang bukti hasil penggeledahan sebelumnya. “Jadi pemeriksaan belum final,” tegas Dewa.

Total sudah ada sekitar 15 saksi yang telah dipanggil dalam kasus ini. Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi pengadaan masker scuba di Dinas Sosial Karangasem naik status dari penyelidikan ke penyidikan pertengahan Mei lalu

(bx/aka/man/JPR)

 TOP