Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

PLN UID Bali Jajaki Rencana Gelar Lomba Bersama Komunitas Layangan

09 Juni 2021, 19: 35: 02 WIB | editor : Nyoman Suarna

PLN UID Bali Jajaki Rencana Gelar Lomba Bersama Komunitas Layangan

RAWAN: Manager Humas PLN UID Bali, Made Arya bersama Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, Zufar, dalam jumpa media di kawasan Renon, Denpasar, Rabu (9/6). (Rika Riyanti/Bali Express)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Memasuki bulan Juni hingga Agustus diketahui merupakan musim layang-layang. Para rare angon (sebutan untuk pemain layang-layang) tentunya menyambut antusias hal tersebut. Namun, beda halnya dengan PLN UID Bali yang tampaknya mulai cemas. Pasalnya, PLN UID Bali mesti menjamin penyaluran listrik kepada masyarakat agar tetap lancar, terutama terhindar dari gangguan kelistrikan akibat layang-layang.

Berdasarkan data PLN pada tahun 2020, layang-layang menempati posisi teratas sebagai penyebab gangguan aliran listrik setelah potensi lainnya, seperti fenomena petir, pohon tumbang, dan faktor alam lainnya. 

“Prediksi kami puncak musim layang-layang pada Juli dan Agustus. Jadi kami mengimbau kepada rare angon agar bermain layangan di tempat yang aman, jauh dari jaringan listrik atau jalan raya,” ujar Manager Humas PLN UID Bali, Made Arya, dalam jumpa media di kawasan Renon, Denpasar, Rabu (9/6).

Baca juga: Tepis Stigma Buruk, Papua Dinilai Layak jadi Lumbung Pangan

Made Arya mengungkapkan, PLN UID Bali berencana menggelar lomba layang-layang bersama komunitas. Rencananya, dalam lomba nanti, PLN akan melakukan sosialisasi, sehingga diharapkan sosialisasi tepat sasaran dan efektif. “Kami sedang jajaki komunikasi dengan komunitas, info yang kami terima, mereka siap mendukung agar nantinya hobi mereka tidak merugikan orang banyak,” ungkap Arya yang saat itu mendampingi Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, Zufar.

Untuk diketahui, gangguan akibat layang-layang, pada 2019 PLN UID Bali mencatat terjadi 72 peristiwa. Pada tahun 2020, 291 peristiwa dan pada selama 2021 ini baru tercatat 17 peristiwa. 

Diakuinya, untuk data rinci kerugian akibat peristiwa itu belum dikalkulasi dengan pasti. Namun, Arya mengatakan, gangguan itu mengakibatkan kerugian penjualan listrik. Menekan potensi masalah itu, pihaknya mengajak para rare angon atau pecinta layang-layang menjaga kelancaran penyaluran listrik. Dirinya pun berharap, agar pecinta layang-layang agar bermain dengan aman, seperti tidak menginapkan layang-layang. 

“Setelah kami cermati, banyak terjadi layang-layang jatuh pada subuh, karena diinapkan semalaman. Ini yang menyebabkan gangguan listrik pada pukul 03.00 pagi atau waktu lainnya,” jelasnya. “Jika layang-layang menyangkut, mohon tidak diambil sendiri dengan galah. Masyarakat bisa lapor kepada kami lewat telepon 123,” pesannya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP