Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese
Pura Giri Arjuno, Malang (1)

Kawasan Asri, Pura Giri Arjuno Miliki Tiga Palinggih di Utama Mandala

10 Juni 2021, 10: 36: 27 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kawasan Asri, Pura Giri Arjuno Miliki Tiga Palinggih di Utama Mandala

ASRI : Suasana asri di areal Utama Mandala, Pura Giri Arjuno, Malang. (Putu Mardika/Bali Express)

Share this      

MALANG, BALI EXPRESS-Pura Giri Arjuno menjadi pura terbesar di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pura yang berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ini, menjadi acuan bagi umat Hindu di Nusantara untuk melakukan tirtayatra saat berada di Kota Batu, Malang.

Bali Express (Jawa Pos Group) sempat nangkil Jumat (4/6) lalu. Jaraknya sekitar 12 kilometer dari Kota Batu, dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. 

Selama perjalanan menuju Pura Giri Arjuno, pamedek akan disuguhkan pemadangan indah. Di kanan kiri jalan membentang perkebunan apel dan hamparan kebun sayur milik warga setempat.

Baca juga: Menggemaskan! Dua Ekor Bayi Hyena Jadi Anggota Baru di Bali Safari

Pemandangan indah Gunung Arjuno serta kawasan perbukitan membuat perjalanan kian menyenangkan. Ditambah dengan sejuknya hawa pegunungan. Terlebih, kawasan ini terletak di ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut (dpl). Tentu, perjalanan wisata spiritual ini kian berkesan.

Saat sampai di lokasi, pamedek bisa melihat candi yang sangat artistik dengan bagunan khas Jawa dari areal parkir. Suasana nista mandala di pura ini juga sangat asri. Ada banyak tanaman yang tertata rapi.

Saat memasuki areal utama mandala, terdapat tiga palinggih utama. Yakni palinggih Padmasana yang posisinya berada di tengah. Di samping kirinya adalah Palinggih Rambut Sedana, dan di sebelah kirinya Palinggih Panglurah. Sedangkan di palinggih belakang ada palinggih Budha.

Romo Mangku Arif Saiful Rahman, 29, selaku pemangku di Pura Giri Arjuno mengatakan, ia hanya ngayah di pura ini. Sebelumnya yang ngayah menjadi pemangku di pura ini adalah mertuanya, yang sudah meninggal.

Dikatakan Mangku Arif, umat Hindu yang bermukim di areal pura Giri Arjuno sekitar 90 KK (kepala keluarga). Mereka merupakan penduduk asli Jawa. Ada pula umat dari Bali yang tinggal di Kota Batu dan Kota Malang sekitar 4 KK. Mereka rata-rata pendatang yang dinas di Malang.

Pujawalinya di pura ini dilaksanakan setiap Purnama Sasih Kasa. “Yang sembahyang datang dari berbagai wilayah. Kebanyakan dari Bali. Sebab, pujawalinya di sini bersamaan dengan di Lumajang, Jawa Timur. Apalagi nyejer-nya bisa lebih dari seminggu,” ujar Mangku Arif.

Sarana banten yang dihaturkan saat pujawali dibuat di areal pura. Umat Hindu sekitar pun bahu membahu untuk ngayah membuat banten. Ia memastikan, tidak ada sarana tertentu yang menjadi pantangan yang dipersembahkan.

“Pamedek bisa menghaturkan sarana apa saja boleh. Yang muput saat pujawali biasanya Ida Romo Rsi yang sudah lebar (meninggal). Beliau lebar sejak 2 tahun lalu. Karena ini Pura Kahyangan Jagat, jadi kalau tingkat jero mangku belum boleh muput saat pujawali,” tuturnya.

(bx/dik/rin/JPR)

 TOP