Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Kena Denda Buang Sampah di Sungai 

10 Juni 2021, 11: 01: 17 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kena Denda Buang Sampah di Sungai 

Bendesa Adat Kebonjero, I Putu Sukearta (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Desa Adat Kebonjero, Tabanan berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan, sesuai dengan ajaran Tri Hita Karana. Salah satunya terkait keberadaan sungai. 

Saat ini, Desa Adat Kebonjero berupaya melakukan pencegahan pencemaran sungai oleh sampah.

“Sekarang tidak boleh membuang sampah plastik di tukad (sungai) dan pangkung (sungai kecil). Kalau sampai ada yang melakukan itu, kena denda Rp 250,” ungkap Bendesa Adat Kebonjero, I Putu Sukearta, belum lama ini.

Baca juga: Kawasan Asri, Pura Giri Arjuno Miliki Tiga Palinggih di Utama Mandala

Denda diberlakukan karena wilayah Desa Adat Kebonjero banyak dialiri sungai. Bahkan, beberapa sungai dimanfaatkan sebagai sumber air minum warga. Di beberapa lokasi, dekat sungai biasanya ada rumah warga. 

Dengan pararem ini, diharapkan warga tak lagi membuang sampah rumah tangga di aliran sungai. “Kami harapkan agar warga tak membuang sampah plastik dan bersama-sama menjaga kelestarian sungai,” ujarnya.

Pararem (kesepakatan) ini, lanjut Sukearta, sudah berjalan sekitar empat tahun. Sebagian besar warga pun telah sadar pentingnya merawat keberadaan sungai dengan tak menjejali dengan  sampah. 

Dikatakannya, sosialisasi tetap dilaksanakan guna mengingatkan warga. “Sudah berjalan empat tahun. Ini akan tetap kami laksanakan,” tandasnya.

Sukearta berharap bukan denda yang dijadikan patokan, melainkan kesadaran warga untuk merawat sungai yang kaya manfaat bagi keberadaan desa. Sehingga tiap individu turut berkomitmen untuk menjaga kelestarian sungai, termasuk ekosistem yang ada di dalamnya.

(bx/adi/rin/JPR)

 TOP