Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Anda Kacacar (12) : Cacar Akibatkan Gangguan Fungsi Tubuh

10 Juni 2021, 15: 08: 32 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Anda Kacacar (12) : Cacar Akibatkan Gangguan Fungsi Tubuh

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum, dan diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali'. 

Buku yang ditulis oleh I Ketut Suwidja ini ditulis berseri, sesuai dengan yang dibeber dalam buku yang diterbitkan tahun 1991.

Cacar mengakibatkan tiwang (gangguan pada fungsi tubuh dan mulut sulit dibuka). Sarana : buah belimbing buluh (Avorrhoa bilimbi L. oxolidaceae), santan kelapa hijau (Cocos mucifera L. Palmaceae) dimasak dan diminum. 

Baca juga: Bulan Sutena, Model dan Atlet Kempo yang Bikin Terpesona

Sarana lainnya : putik daun muda bekul mincid, air akar paspasan (Coccinia cordifolia cogn Cucurbitaceae), dicampur trikatuka, dipakai bedak. 

Cacar dan perut gembung. Sarana : daun kapkap (sejenis Piper betle L. Piperaceae) yang bertemu ruas, dicampur dengan bawang (Allium Ascalonicum L. Liliaceae) dan adas (Foeniculum vulgare Mill Umbelliferaceae) untuk sembar. 

Cacar. Sarana : akar pohon besar (Morus indica L.) paredakang (Trichosanthes anguina L. Cucurbitaceae), adas (Foeniculum vulgare Mill Umbelliferaceae), bibit kelapa (Cocos mucifera L. Palmaceae), ketumbar (Coriandrum sativum L. Umbelliferaceae) 3 biji, airnya diminum. 

Sarana lainnya :  bunga paspasan (Coccinia cordifolia cogn Cucurbitaceae), baligo arum, buah semangka (Citrullus vulgaris schras Cucurbitaceae), dikeruk, disembar pada leher. 

Cacar. Sarana : kapur tohor, air limao (Citrus acida Roxb), sebagai bedak pada telapak kaki. Gamongan (Zingiber cassumianar Roxb) diparut untuk mencampur air mandinya. 

Cacar. Sarana : daun sumanjahi, kemiri tunggal (Akuirites moluccana Willd. Euphorbiaceae) (Bali: jentung), garam uku, direndam dalam bejana tembaga, terlebih dulu dipersembahkan kepada tempat pemujaan keluarga (Bali : sanggah), untuk mengolesi mata 3 kali. Cacar dan mulut berbau. Sarana : sibatah, minyak kelapa untuk merendam, dioleskan.

Cacar dan napasnya berbunyi. Sarana : empol (inti ujung pohon) kanyuhnyuh, air digosok dengan (Bali: asab) kayu buntek, putik kelapa (Cocos mucifera L. Palmaceae) diminum.

Cacar kelihatan bengkak di beberapa tempat. Sarana : tangan cecak, kuncup pohon waru (Hibiscus tiliacus L. Malvaceae) 3 pucuk.

Cacar dan pada matanya menempel warna putih. Sarana : kuncup muda pohon canging (Erythrina Ovalifolia Roxb), silodaka, darah siput sungai. Putih telur ayam hitam, air jeruk obat, matanya diolesi. Cendana jenggi (Santalum album L. Santaluceae), kuncup muda bayam raja, geligi badak, dengan takaran sama, mata diolesi.

Cacar. Sarana : daun pandawenjing, daun puspasan (Coccinia cordifolia cogn Cucurbitaceae), campur beras putih, diminum.

Cacar dan puwuh (bentuknya) seperti rusak dan sebagainya. Sarana dengan sajen, mantra atau doa, dan setelah itu dimandikan terlebih dulu menyediakan bejana tanah liat yang baru (Bali : pane). 

(bx/wid/rin/JPR)

 TOP