Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Sarasamuccaya (29) : Hati Tulus Mendasari Laku, Brahmaloka Tercapai

10 Juni 2021, 15: 14: 22 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Sarasamuccaya (29) : Hati Tulus Mendasari Laku, Brahmaloka Tercapai

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kitab Sarasamuccaya yang membahas perihal kehidupan dan moral umat, melaui Catur Warga atau Catur Purusaartha (Artha, Kama, Dharma, dan Moksa), salah satu kitab penting bagi umat Hindu.

Buku Sarasamuccaya yang diterjemahkan oleh I Nyoman Kajeng Dkk ini, diserikan untuk menambah wawasan umat tentang agama Hindu.

Sarvam jihmama mrtyupadamarjavam brahmanah padam etavan jnanavisayah kin pralapah karisyate.

Baca juga: Seminggu Tidak Keluar, Pria Paruh Baya Terbujur Kaku di Kamar Hotel

Apan yawat si tan reju, sandanikang prawrtti, niyata mrtyupada ika, tan pangdadyaken kalepasen, kunang yan arjawa pagwan ikang prawrtti, niyata brahmapada ika, mukti phala wih, mangkana sarwadaya ning hidep, tan padon ikang ujar adawa, ika ta pwa watwaning hidep.

Terjemahan : Sebab selama ketidak jujuran menjadi dasar perbuatan, terang itu adalah alam maut, yang tidak mengakibatkan terlepas dari ikatan hidup duniawi. Akan tetapi, jika arjawa, (ketulusan hati) dasar perbuatan itu, tentu Brahmaloka tercapai, tempat menikmati kebebasan (moksa). Demikianlah dalam keseluruhannya jalan ikhtiar atau cara berpikir, tiada guna banyak bicara. Itulah yang merupakan waton (dasar kekuatan) pikiran.

Anrsamsyam paro dharmah ksamaca paramam balam, atmajnanam param jnanam satyavratam param vratam. Kunang ikang si tan nrcansya, ya ika mukhya ning dharma, yapwan si klan, prasiddha ning kasaktinika, ika wruh ta amawawakta, mengeta ri sawawanya, nguniweh wruhta ring atmatattwa, ya ika paramartha rahasyajnana ngaranya, kunang wastu ning brata ngaranya, sisatya juga.

Terjemahan : Maka sifat yang disebut tidak mementingkan diri sendiri, itulah dharma yang utama. Sifat tahan uji adalah kesaktian yang hebat. Kepandaian Anda membawa diri tidak melupakan sesama, apalagi Anda yakin (percaya) akan adanya atma, itulah disebut pengetahuan mistik yang sangat luhur. Maka yang disebut hakekat brata (janji atas diri) adalah satya (kesetiaan) saja adanya. 

Kantakan kupamagnin ca varjayanti sada narah, tatha nrsamsakarmanam varjayanti narndhanam. Nihan halaning nrsansa, tan kinonengan juga yan hana ring rat, dening wwang' adhama tuwi, tan kinahyunan ika, kadi kramanikang wwang suminggahi rwi, sumur mati, apuy kuneng, mangkana tikang sarwajanan tuminghalakenikang wwang nrsansa.

Terjemahan : Inilah keburukannya nrcangsa (mementingkan diri sendiri) tidak disukai dalam masyarakat. Orang yang papa hina sekalipun tidak menyukainya.  Sebagai orang menghindari duri, sumur kering, ataupun api. Demikianlah semua orang sesungguhnya meninggalkan orang yang nrcangsa itu. 

(bx/adi/rin/JPR)

 TOP