Jumat, 18 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Desa Adat Buahan Laksanakan Nyepi Kasa, Ini Sanksinya Jika Melanggar

10 Juni 2021, 19: 13: 27 WIB | editor : Nyoman Suarna

Desa Adat Buahan Laksanakan Nyepi Kasa, Ini Sanksinya Jika Melanggar

MENYEPI : Pecalang dan polisi berjaga diujung Desa pada pelaksanaan Nyepi Kasa di Desa Adat Buahan, Kamis (10/6). (istimewa)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Jika pada umumnya umat Hindu di Bali melaksanakan Nyepi satu kali dalam setahun, berbeda dengan krama Desa Adat Buahan, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar yang melaksanakan Nyepi sebanyak dua kali dalam setahun.

Selain melaksanakan Nyepi pada Sasih Kedasa, krama Desa Adat Buahan juga menjalani Nyepi pada Sasih Kasa yang jatuh tepat Kamis (10/6). 

Bendesa Adat Buahan I Nyoman Parwata menjelaskan bahwa Nyepi Kasa merupakan ritual yang telah dilaksanakan secara turun temurun. "Esensinya adalah untuk memohon keselamatan umat, termasuk alam dan segala mahkluk yang ada didalamnya," tegasnya.

Baca juga: Pria Papua Pembunuh Wanita Asal Slovakia Dituntut 20 Tahun

Menurutnya pelaksanaan Nyepi Kasa ini tidak jauh berbeda dengan Nyepi Kedasa. Hanya saja Nyepi Kedasa untuk Buana Agung, sedangkan Nyepi Kasa ini dikhususkan untuk wilayah Desa Adat Buahan saja.

Ditambahkan oleh Parwata, Nyepi Kasa ini juga digelar serangkaian Piodalan di Pura Dalem Jemeng. Yang dimulai dengan ritual Nakep Sari yakni menghaturkan persembahan berupa Ajengan nasi berukuran besar yang dilanjutkan dengan krama Magibung di Pura Dalem setempat . "Nakep Sari ini intinya memohon Sari atau merta (berkah) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa," lanjutnya.

Tiga hari setelah Nekep Sari, maka akan dilaksanakan Pengerupukan seperti halnya Pengerupukan pada Nyepi Kedasa. Termasuk akan ada prosesi mengarak ogoh-ogoh. "Nah sehari setelah pengerupukan barulah dilaksanakan Nyepi. Nyepi ini sama seperti Nyepi Kedasa yaitu krama melaksanakan Catur Brata Penyepian," paparnya.

Hanya saja Nyepi Kasa dilaksanakan setengah hari atau 12 jam, sedangkan Nyepi Kedasa dilaksanakan selama 24 jam. "Jadi Nyepi mulai pukul 06.00 WITA sampai 18.00 WITA. Krama yang bekerja bisa mensiasati dengan pergi sebelum jam 6 pagi dan pulang setelah jam 6 sore," beber Parwata.

Setelah Nyepi pada Purnama Kasa akan berlangsung Piodalan di Pura Dalem Jemeng yang pada Nyineb akan digelar Nyegjeg atau ritual dengan tiga kali berputar di wilayah Desa Adat Buatan memundut Sesuunan di Pura setempat. 

Sebelum Nyepi dilaksanakan, pihaknya pun terlebih dahulu bersurat kepada Perbekel Desa tetangga, Polsek, Koramil, dan Camat Payangan. Hal itu dilakukan agar pihak terkait bisa melakukan pengalihan arus lalu lintas selama Nyepi berlangsung. Agar jangan sampai ada yang melanggar.

Sebab krama yang melanggar akan dikenakan denda berupa uang kepeng atau pos bolong sebanyak 1.800 keping yang bisa diuangkan setara dengan Rp 6.300.000 atau bahkan lebih. "Tergantung dari harga uang bolong sekarang. Tapi hingga saat ini tidak pernah krama yang melanggar. Termasuk krama luar yang mau melintas juga sudah dialihkan," tandasnya. 

(bx/ras/man/JPR)

 TOP