Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bisnis
icon featured
Bisnis

Telah Digelar, BBTF Diikuti 145 Seller dan 192 Buyers

10 Juni 2021, 19: 22: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Telah Digelar, BBTF Diikuti 145 Seller dan 192 Buyers

BISNIS PARIWISATA: Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang ke-7 digelar kembali di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali. (istimewa)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang ke-7 digelar kembali di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, Bali, pada 10-11 Juni 2021. BBTF tahun ini mampu menarik lebih dari 145 seller dari 14 Provinsi di Indonesia dan 192 buyers dari 20 negara.

Adapun 14 provinsi tersebut meliputi Bali, Jakarta, Lampung, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Sedangkan buyers berasal dari Indonesia, United Kingdom, Australia, France, Amerika, dan Asia secara keseluruhan. 

“BBTF ini sebagai respon atas kepedulian pariwisata Bali ditengah masa pandemi. Kendati perbedaan jarak dan waktu memisahkan para buyer, rekan bisnis di berbagai belahan dunia, tidak memadamkan semangat dan optimisme atas pariwisata Bali dan Indonesia secara general,” ujar Ketua Panitia BBTF 2021 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Ketut Ardana, Kamis (10/6).

Baca juga: Tren Gowes Turun, Penjualan Sepeda Lesu

Pada BBTF tahun ini mengangkat tema ‘Exploring Sustainable & Wellness Tourism’ atau ‘Menjelajahi Pariwisata Berkelanjutan & Kebugaran’. Mencerminkan keterlibatan industri pariwisata Indonesia sebagai seller. “Lewat tema ini, kami membangkitkan ekonomi pariwisata dan promosi destinasi maupun produk wisata berkelanjutan terbaik, dengan kearifan lokal Bali sebagai destinasi ramah lingkungan, kaya budaya dan tradisi,” jelasnya.

Pada acara bertopik ‘Change, Development & Learning’ berbagai sudut dapat diangkat yang diharap memberi informasi lengkap berkaitan dengan regulasi pemerintah. Khususnya tentang dibukanya Bali sebagai Pilot Project dan gambaran mengenai kesempatan. Serta tantangan yang dihadapi untuk buka border wisatawan mancanegara (wisman) dan program nyata pemerintah sekaligus pemangku kepentingan di bawah Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI).

Pada kesempatan tersebut, tampak dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang pada saat itu diwakili oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizky Handayani, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua Komite BBTF 2021 I Ketut Ardana. Kemudian Ketua GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana dan Direktur Utama Badan Otoritas Pariwisata Labuhan Bajo, sekaligus mewakili Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Shana Fatina.

“BBTF sebagai ajang pertemuan bisnis ke bisnis dalam industri pariwisata nasional dan internasional, ikut mengambil peran penting dalam penyampaian informasi dan edukasi masyarakat dan rekan kerja luar negeri (buyers) yang akan mengirimkan wisatawan ke Indonesia. BBTF perkenalkan exhibitors (sellers) dengan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dan pengembangan wisata wellness serta kesehatan, health tourism,” papar Ardana.

Menurutnya, mengingat besarnya tingkat ketergantungan perekonomian Bali terhadap sektor pariwisata, dalam jangka pendek pola pemulihan ekonomi Bali tergantung dari pola kunjungan wisatawan. Pada tahapan selanjutnya yaitu membuka border beberapa faktor pastinya jadi penting. Dari komunikasi ketersediaan vaksin, level of confidence atau tingkat percaya diri dari wisatawan dan pemerintah negara lain, kebijakan perlintasan orang baik domestik maupun internasional serta pemulihan ekonomi global. 

BBTF ini diselenggarakan secara online dan offline. Adanya perbedaan waktu Bali dengan waktu dari buyers yang mengikuti acara secara online khususnya dari benua Australian, Europe dan USA menjadi tantangan sendiri. 

“Kedepan jika pandemi sudah berakhir maka panitia akan menyelenggarakan event BBTF secara offline. Hal ini untuk menjaga reputasi menyelenggarakan event bertaraf international. Nama baik Bali dan Indonesia harus tetap dijaga dan pertaruhkan,” tutupnya.(ika)

(bx/ras/man/JPR)

 TOP