Senin, 14 Jun 2021
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Mutasi di Pemkab Buleleng, Kabag, Camat dan Wadir Jadi Kadis

10 Juni 2021, 19: 36: 16 WIB | editor : Nyoman Suarna

Mutasi di Pemkab Buleleng, Kabag, Camat dan Wadir Jadi Kadis

MUTASI : Pelantikan pejabat tinggi pratama di Pemerintah Kabupaten Buleleng. (Dian Suryantini/Bali Express)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pergeseran jabatan atau mutasi di lingkup Pemkab Buleleng kembali dilakukan. Pada Kamis (10/6) sore, pelantikan pimpinan baru dilakukan secara virtual. Tiga pimpinan tinggi pratama menduduki posisi kepala dinas.

Diantaranya Ketut Suwarmawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah kini menjadi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng. Dan posisi Kabag Prokom diisi oleh Nyoman Agus Tri Kartika Yuda yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Seririt. Selanjutnya I Gede Putra Aryana yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Busungbiu bergeser menduduki posisi Kepala Dinas Ketahanan Panga dan Perikanan. Dan Dokter Sucipto yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir SDM RSUD Buleleng kini menduduki Kepala Dinas Kesehatan Buleleng menggantikan Dokter Mahapramana yang telah pensiun. 

Ditemui usai pelantikan, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berharap dari mutasi yang dilakukan para pimpinan baru dapat bekerja dengan sungguh-sungguh. Terutama pada Dinas Kesehatan. Bupati PAS berharap agar kinerja yang sebelumnya ditingkatkan kembali karena ini menyangkut capaian target Pemkab Buleleng terkait vaksinasi dalam penanganan Covid-19. “Saya harap ini sungguh-sungguh ya. Jangan main-main. Terutama Dinas Kesehatan, karena berbicara terkait capaian target,” ujarnya.

Baca juga: Sosialisasi Tol Mengwi-Gilimanuk Langsung dengan Pemilik Lahan 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan yang baru saja dilantik, Dokter Sucipto menyatakan kesiapannya dalam mengawal capaian target penanganan Covid-19. “Kami dari Dinas Kesehatan berusaha semaksimal mungkin untuk itu,” kata dia.

Disisi lain Pemerintah Pusat saat ini tengah merancang program Work From Bali yang ditargetkan dapat dimulai pada bulan Juli 2021. Work From Bali menyasar sebanyak 25 persen ASN di bawah kementrian coordinator bidang kemaritiman dan investasi untuk bekerja dari Bali. Kehadiran para ASN ini diharapkan dapat memenuhi Occupancy Rate atau tingkat keterisian akomodasi di Bali.

Dilantiknya beberapa pejabat pada Kamis (10/6) sore diharapkan menjadi momentum untuk memulai langkah yang optimis. Inovasi dalam melayani masyarakat di era new normal sangat dinantikan. Serta dapat menjadi semangat bagi masyarakat untuk pulih kembali.

(bx/dhi/man/JPR)

 TOP